Pengurus PPTI Wilayah Sumbar dilantik

Berita Pers
No.06.06.2017

Pengurus PPTI Wilayah Sumbar dilantik

Jakarta, 3 Januari 2017.
Bertempat di Aula Balai Kesehatan Olah Raga dan Pelatihan Kesehatan Sumatera Barat, tanggal 15 Desember 2016 Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro melantik Pengurus Wilayah PPTI Sumatera Barat masa bakti 2016-2021. Nama-nama pengurus dapat diklik di sini. Turut hadir dan memberikan sambutan, Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Payitno, M.Si.
Ny. Raisis Arifin Panigoro dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan hasil prevalence survey yang dilakukan Badan Litbang Kementerian Kesehatan RI bahwa di Indonesia dalam 1 tahun terdapat 1 juta kasus baru TB dengan 100 ribu kematian. Dari jumlah tersebut, baru 324 ribu kasus TB yang ditemukan, sehingga masih ada 676 ribu kasus TB yang belum ditemukan.
“Sesuai tugas utama PPTI yaitu penyuluhan dan memberi santunan kepada pasien TB yang tidak mampu, seyogyanya PPTI dapat berkontribusi dalam menemukan kasus TB dan melakukan pendampingan pengobatan melalui para kadernya di masyarakat”, ujar Ny. Raisis.
Ketua Umum BPP-PPTI mengharapkan, PPTI Wilayah Provinsi Sumatera Barat segera membentuk kepengurusan PPTI ke setiap kabupaten/kota, karena yang bertugas melatih para kader TB adalah Pengurus Cabang PPTI Kabupaten/Kota.
Ny. Raisis mengingatkan, tugas PPTI Wilayah atau provinsi adalah :
  • Mengembangkan kepengurusan PPTI ke tingkat kabupaten/kota
  • Melakukan kerjasama dengan berbagai mitra di tingkat wilayah atau provinsi
  • Menjalankan pedoman
  • Menjadi inisiator pembentukan Forum Stop TB Partnership di tingkat provinsi
  • Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh PPTI cabang-cabang sesuai Renstra PPTI 2015 -2019
Adapun tugas PPTI Cabang atau kabupaten/kota adalah :
  • Mengembangkan kepengurusan ke tingkat kecamatan
  • Menjadi implementor program-program PPTI antara lain dengan melatih kader TB
  • Menjalankan pedoman
  • Menjadi inisiator pembentukan Forum Stop TB Partnership tingkat kabupaten/kota
  • Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan para kader per kecamatan
Sedangkan tugas PPTI tingkat Anak Cabang atau Kecamatan yaitu :
  • Melakukan supervisi terhadap kader yang berfungsi sebagai koordinator Pemantau Menelan Obat (PMO)
  • Sebagai koordinator penyuluhan kepada kelompok masyarakat yang dilakukan di desa atau kelurahan
  • Sebagai koordinator penyuluhan " door to door "
  • Sebagai koordinator dalam mengembangkan pemetaan pasien TB per - RW yang dibuat oleh kader
Ditambahkan, para kader TB yang sudah dilatih perlu dibuat Directory/buku Daftar Kader yang memuat nama, alamat dan nomor telpon. Daftar alamat tersebut disampaikan kepada rumah sakit dan Puskesmas, sehingga apabila terdapat pasien yang mangkir berobat di Puskesmas atau Rumah Sakit dapat menghubungi kader tersebut untuk dilakukan pelacakan agar bersedia kembali melanjutkan pengobatannya sampai sembuh.
Ny. Raisis menegaskan, PPTI Cabang tidak perlu merekrut kader baru, tetapi memberi pembekalan pengetahuan tentang TB kepada para kader PKK yang sudah ada. Ha ini bisa dilakukan karena telah ada payung hukumnya yaitu Perjanjian Kerjasama antara TP-PKK Pusat dengan Ketua PPTI Pusat.
Saat ini, PPTI Pusat sudah menyusun Pedoman Penyuluhan, Pedoman Pelatihan Kader dan telah mencetak Lembar Balik untuk penyuluhan TB sebagai pegangan para kader.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum