Modal Dagang

Modal Dagang di Kebon Kacang


RW 7 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang merupakan salah satu RW Siaga yang telah aktif dalam kegiatan pengendalian TB di lingkungan sekitar. Kondisi perkampungan di RW siaga tersebut sangat padat karena berada di perkotaan dan juga dekat dengan pusat perbelanjaan terkenal yaitu Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Awalnya kegiatan RW Siaga yang masih berjalan yakni Posyandu balita dan Jumantik. Namun sejak adanya kader Asmah (48 th) dan Nurheli (63 th) yang mempelopori kegiatan penemuan suspek dan pendampingan pasien TB maka sekarang RW siaga tersebut sudah berpartisipasi dalam pengendalian TB di lingkungannya.
Pada Agustus 2015, RW Siaga tersebut mendapatkan dana pancingan dari CEPAT LKNU sebesar Rp 2.500.000 dengan alokasi dana Rp 2.000.000 untuk operasional kader, dan Rp 500.000 digunakan untuk dana bergulir sebagai modal untuk usaha bagi masyarakat.
Semenjak menjalankan program TB dengan menerima dana pancingan dari CEPAT-LKNU, pada 22 Agustus 2015 yang lalu, RW Siaga ini telah menemukan 9 suspek dan mendampingi 4 pasien yang hingga kini statusnya masih dalam pengobatan.
Pengurus RW Siaga sepakat bahwa pengembalian dana bergulir ditambahkan 10%, bisa dengan sistem cicilan dan dibatasi maksimal 3 bulan dari tanggal pinjam. “Dari situ sudah ada yang meminjam modal berdagang es jus sebesar Rp 300.000,- juga untuk modal usaha kelompok sebanyak Rp 200.000,-“ ujar Nurheli yang merupakan bendahara RW siaga.
Usaha kelompok yang dimaksud adalah membuat kerajinan tangan dari acrylic, benang woll/sulam, maupun kain perca. Berbagai macam kerajinan, seperti membuat bunga dari acrylic, bros, dan kebanyakan pernak-pernik untuk perempuan. “Kami berusaha untuk kreatif dengan mulai membuat kerajinan tangan, hasil penjualan itu dikumpulkan lalu disimpan untuk dipakai mencari pasien TB dan untuk biaya TB,” papar Nurheli. Produk kerajinan tersebut dijual jika ada pameran atau bazar, jika ada kegiatan kelurahan, maupun posyandu.
Dengan dana yang ada, rencana akan dialokasikan untuk memberi makanan tambahan bagi pasien TB, membantu transport pasien atau bahkan mengambilkan obat pasien, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan dan sosial.
Kegiatan RW Siaga akan tetap berjalan walaupun program CEPAT-LKNU akan berakhir, hal ini dikarenakan sudah banyak orang yang kenal dan tahu bahwa ada kader TB dan jika ada orang yang menderita TB atau mempunyai gejala TB akan menginformasikan ke kader.
“Ya bagi kami, kalau kami tak peduli pada mayarakat, siapa yang peduli pada mereka,” pungkas Nurheli. (Elina/ Jakarta)
Sumber dari : http://cepat-lknu.org/activity/modal-dagang-di-kebon-kacang/