LKNU kabupaten Blitar memprakarsai terbentuknya Pokja TB-HIV


Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Blitar memprakarsai terbentuknya Pokja TB-HIV

BLITAR----Hari Selasa, 7 Oktober 2014, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) kabupaten Blitar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dan United States Agency for International Development (USAID) mengadakan "Rakor Pembentukan Pokja TB-HIV dan Sosialisasi Program bagi Stakeholder ” di Hotel Puri Perdana Jl. Anjasmoro 78 Blitar. Hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM, Wakil Ketua DPRD H. Maskur, S.Pd, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH. Masdain Rifa’i Ahyad dan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Blitar dr. Kuspardani. Acara ini juga dihadiri oleh Hartono Rakiman (Community Organizational Development Expert/CEPAT-LKNU Pusat) dan Lilis Nurul Husna (Sekretaris PP.Lakpesdam NU )
Kegiatan yang digagas oleh LKNU Kabupaten Blitar ini dimaksudkan untuk mendapatkan kesepahaman bersama tentang arah program dan komitmen bersama tentang pengendalian TB-HIV di Kabupaten Blitar. Pertemuan ini menjadi dasar pijakan untuk mendapatkan kesepakatan tentang pentingnya keberadaan sebuah forum koordinasi lintas stakeholder berupa Pokja TB dan HIV di tingkat kabupaten, sebagaimana yang diamanatkan dalam KMK No. 1278/Menkes/SK/XII/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kolaborasi Pengendalian TB & HIV.
Drs. H. Rijanto, MM, Wakil Blitar, dalam sambutannya menyatakan “program pengendalian penyakit TB dan HIV sangat ditentukan oleh komitmen dan dukungan semua pihak, bukan hanya pemerintah daerah atau bidang kesehatan saja namun semua komponen masyarakat seperti Pemda, DPRD, LSM, Media masa, tokoh masyarakat termasuk organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen yang tinggi dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama kabupaten Blitar melalui program Community empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT-LKNU)”.
Bertindak sebagai narasumber dr. Kuspardani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar “beberapa fakta ko-infeksi TB-HIV dan dasar kebijakan TB-HIV”. Wijianto sebagai Fasilitator Advokasi CEPAT-LKNU Kabupaten Blitar menyampaikan isu stretegis program TB di Kabupaten Blitar berdasarkan hasil survei/kajian indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pasien TB di Puskesmas atas 14 Indeks kepuasan Masyarakat dan 12 Standar kinerja di 3 (tiga) Puskesmas. Sedangkan di akhir acara Eko Wahyudi, SKM, Kasi P2MK Dinkes Kabupaten Blitar juga menyampaikan Draf SK POKJA TB-HIV untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari 45 peserta pertemuan yang terdiri dari Dinkes, Dinas terkait, unsur rumah sakit daerah, kepala PKM dan Camat di 6 kecamatan, organisasi profesi, KPAD, PKK, media dan LSM.
Pada akhir pertemuan disepakati rencana tindak lanjut dari pertemuan ini untuk membahas terkait manajemen program dan jejaring pada semua tingkatan (Net working TB-HIV ) , kolaborasi dan kerjasama antara Program TB dan HIV, Pelibatan semua stakeholder dan Pembentukan Pokja TB-HIV di kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Blitar.
Dalam kesempatan terpisah ketua Lembaga kesehatan LKNU kabupaten Blitar dr. Wahyuniati menyampaikan bahwa LKNU sangat peduli terhadap masalah kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Blitar, termasuk masalah (TB). LKNU Kabupaten Blitar bekerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui program Community empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT-LKNU) secara proaktif melakukan berbagai upaya mobilisasi sumberdaya untuk merealisasikan kepedulian dalam upaya pengendalian TB secara optimal.