PPTI Ulang Tahun ke 46

Berita Pers
No. 06.06.238.2014


PPTI PERINGATI ULANG TAHUN KE 46


Jakarta, 12 Mei 2014.
Pada tanggal 20 Mei 2014 Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) genap berusia 46 tahun. Bagi organisasi sosial kemasyakatan, usia 46 merupakan usia yang telah matang dan penuh perjuangan. Matang dan penuh perjuangan karena organisasi PPTI tumbuh dan berkembang sejak era pemerintahan sentralisasi maupun di era desentralisasi. Di era sentralisasi dan desentralisasi tersebut mau atau tidak mau, suka atau tidak suka sangat mempengaruhi pasang surut perkembangan organisasi, baik di Pusat, Wilayah maupun cabang. Namun dengan penuh ketekunan, kegigihan dan pengabdian para pengurusnya yang tidak mengenal lelah, Jajaran Sekretariat dan Manajemen Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC) PPTI tetap eksis sampai kini bahkan sampai nanti dimana penyakit TB tidak menjadi masalah lagi di negeri tercinta ini.
HUT ke-46 PPTI diadakan tidak seperti biasanya. Kali ini diadakan dalam suasana gathering dengan dihadari 45 orang yang terdiri dari Jajaran Pengurus, Sekretariat dan Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC) PPTI bertempat di Kebun Teh Maleber, Kab. Cianjur Jawa Barat tanggal 11 Mei 2014.
Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesetiaan dan komitmen jajaran pengurus dalam membantu PPTI Pusat. Diharapkan para pengurus senantiasa meningkatkan kepeduliannya terhadap organisasi PPTI.
Penghargaan dan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Klinik JRC, khususnya Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS, pimpinan Klinik atas upaya yang luar biasa membenahi manajemen Klinik, khususnya dalam mengelola santunan bagi pasien TB yang tidak mampu. Karena keberhasilannya itu, saat ini Klinik JRC-PPTI dapat dijadikan percontohan bagi klinik-klinik yang dimiliki PPTI Wilayah dan Cabang.
Kepada seluruh karyawan JRC dan Staf Sekretariat PPTI diminta bekerja dalam satu tim dan karenanya harus saling menghargai. Bekerja dalam suatu organisasi dibatasi oleh banyak aturan, ada jam kerja,prosedur kerja, system kerja dan lain-lain, namun kalau sudah bersedia untuk menjadi karyawan berarti sudah komit untuk mentaati semua peraturan yang berlaku, ujar Ketua Umum BPP-PPTI.
Ditambahkan, semua unit sama pentingnya, karena proses pelayanan tidak akan terjadi apabila ada satu unit yang tidak ada. Misalnya, apabila tidak ada unit pendaftaran, maka pasien tidak akan sampai ke kasir. Kalau tidak ada petugas yang mengagendakan surat-surat masuk dan surat keluar di Sekretariat PPTI Pusat, maka surat-surat tersebut tidak akan sampai kepada Ketua Umum BPP-PPTI maupun kepada Bapak Arifin Panigoro selaku Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia. Begitu pula, bila tidak ada petugas pengantar surat, maka organisasi kita tidak akan berjalan lancar”, ujar Ny. Raisis Arifin Panigoro.
Untuk memeriahkan acara, berbagai acara permainan telah disiapkan, dengan maksud untuk lebih mempererat tali silaturahmi, saling mengenal, dan menyatukan tekad untuk saling menyayangi, seperti dalam pepatah " Tak Kenal maka Tak sayang ". Dengan demikian, akan tercapai saling pengertian dan saling memahami kelebihan dan kekurangan, baik secara individu maupun secara organisasi. Acara diawali dengan kegiatan "Ice Breaking", yaitu mencairkan kebekuan diantara para peserta agar menyatu dalam suatu wadah PPTI. Dalam permainan terbagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari semua unsur, ada pengurus, staf sekretariat dan jajaran Klinik JRC. Acara didahului dengan kegiatan fisik yang tidak terlalu berat, yaitu Tea Walk dengan route yang pendek dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.
Selain itu, ada beberapa lomba untuk lebih menyemarakkan gathering seperti membuat lomba membuat pantun, dan pesan berantai. Dan untuk menambah semangat dan motivasi peserta, masing-masing permainan dan lomba disediakan berbagai hadiah dan door prize yang menarik.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan tea work di kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.




Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan tea work di kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.




Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan kegiatan ice breaking dimulai dengan senam di lapangan kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.






Dalam kegiatan ice breaking peserta dibagi kelompok-kelompok yang terdiri dari Pengurus, Sekretariat dan staf Klinik JRC-PPTI di Meleber tanggal 11 Mei 2014. Tiap-tiap kelompok menunjuk juru bicara yang akan menjawab pertanyaan yang diajukan panitia lomba.






Kelompok peserta yang diwakili juru bicara sedang menjawab pertanyaan yang diajukan panitia lomba.


















Foto bersama Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) di lapangan kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.



Acara resmi HUT ke 46 PPTI dirayakan dengan acara potong tumpeng yang didahuli dengan sambutan Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro dan doa oleh Drs. Hasbi Ash Shidiq.



Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Umum BPP-PPTI Ny.Raisis Arifin Panigoro. Yang selanjutnya diserahkan kepada pengurur yang senior (Ibu Winnie Widjaja) dan staf klinik JRC-PPTI yang yunior (Nurfaizah)









Acara hiburan diisi dengan menyanyi bersama.



Acara pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti oleh seluruh peserta gathering.