Seminar sehari

Berita Pers
No.06.06.157.2013

PPTI BANTU PASIEN TB TIDAK MAMPU

Salah satu kegiatan PPTI adalah membangun kerja sama dengan berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta nasional dan internasional untuk pencegahan, pelayanan dan penanggulangan tuberkulosis (TB). Untuk mewujudkan hal itu, PPTI bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Dan Kesetiakawanan Sosial DKI Jakarta (YKDK) telah memberikan pelayanan TB secara gratis kepada pasien tidak mampu melalui Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda 66 A, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Pelayanan yang sama juga diberikan di Klinik PPTI Baladewa di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dan Muara Angke di Jakarta Utara bekerja sama dengan Bank Mandiri.
Hal itu disampaikan Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI ketika membuka “Seminar Sehari untuk Awam “ tanggal 26 Maret 2013 di Kantor PPTI Jakarta. Seminar diikuti 120 peserta dari Ibu-ibu Majelis Taklim Al Ikhsan, Al Khairiyah, Al Ikhlas, An Nur, Darussalam, Al Muhajirin, Nurul Huda Jakarta Selatan, Al Muawanah Jakarta Pusat dan PKK Kecamatan Kebayoran Lama serta Pengurus Pusat PPTI.
Menurut Ny. Raisis Arifin Panigoro, dalam program Nasional penanggulangan TB, obat anti TB sudah disediakan oleh pemerintah secara gratis. Namun dalam pengobatan TB, masih diperlukan biaya-biaya lain seperti biaya pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan dokter dan transport untuk mengambil obat, sehingga bagi pasien kurang mampu memerlukan bantuan pihak lain.
Ceramah dengan judul “Mengenal TB, Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan” disampaikan Dr. Achmad Hudoyo, Sp.P (K), Ketua II BPP-PPTI. Penjelasan tentang PPTI disampaikan oleh Dr. Irawan Kosasih, MPH dengan moderator Dr. Hj. MC Joyce Tumbelaka, MARS, Pimpinan Klinik JRC-PPTI.
Sampai saat ini TB masih merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor 1 diantara penyakit menular dan merupakan peringkat 3 penyakit penyebab kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskuler dan saluran pernapasan.
Berdasarkan Global Report WHO Tahun 2012, setiap tahun terdapat 197.000 kasus baru TB menular (BTA positif). Padahal, setiap penderita TB BTA positif yang tidak segera diobati dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun. Di samping tingginya penularan, penyakit TB juga menyebabkan tingginya angka kematian yaitu 175 orang setiap hari atau 64.000 orang setiap tahun.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg.Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum

Gambar I : Pembukaan seminar sehari oleh Ny Raisis Arifin Panigoro (tengah)
didampingi oleh Dr.Hj.MC.Joyce Tumbelaka,MARS (kiri), Dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K) dan Dr. Irawan Kosasih, MPH (paling kanan)


Gambar II : Dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K) sedang memberikan ceramah kepada peserta seminar yang berjudul "Mengenal TB, Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan"