6 Perilaku Untuk Hindari TB

Berita Pers
No.06.06.218.2012
Enam Perilaku Untuk Hindari Tuberkulosis (TB)
Jakarta, 1 April 2012

Penularan TB terjadi melalui udara yang mengandung percikan dahak penderita TB. Namun, seseorang yang tertular kuman TB tidak selalu jatuh sakit, tergantung pada sistem kekebalan tubuh.
Karena itu, jagalah kekebalan tubuh dengan menjaga kesehatan dan menerapkan 6 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Enam PHBS, yaitu makan teratur, dengan menu seimbang, serta cukup sayur dan buah. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan hidup. Berolahraga dengan benar, cukup, dan teratur. Tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan tidak menyalahgunakan Napza. Beristirahat cukup dan teratur. Segera berobat jika sakit.
Hal itu disampaikan Menkes dalam sambutan yang dibacakan Wakil Menkes, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D pada acara Fun Bike dan Jalan Sehat memperingati Hari TB Sedunia, di Silang Monas Jakarta tanggal 1 April 2012. Funbike dan jalan sehat ini merupakan rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Acara dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, H.R. Agung Laksono, dihadiri Duta Besar AS untuk Republik Indonesia, Scot Marciel; Walikota Jakarta Pusat, R.H.Saefullah, M.Pd., Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said serta pejabat dari berbagai Kementerian lainnya.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 4.000 peserta ini merupakan kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, serta berbagai pihak lainnya.
”Semestinya tidak boleh ada lagi orang yang meninggal karena Tuberkulosis (TB). Sebab, TB dapat dideteksi dan diobati/disembuhkan dengan minum obat sampai tuntas. Pemerintah juga telah menyediakan sarana pemeriksaan dan pengobatan TB di seluruh Indonesia, baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit. Di samping itu, seluruh biaya pengobatan TB di fasilitas pelayanan kesehatan Pemerintah dijamin oleh Pemerintah”, ujar Menkes.
Tema global peringatan hari TB Sedunia tahun 2012 adalah Let’s Unite to Stop TB yang diterjemahkan menjadi tema nasional ”Bersatu Menuju Indonesia Bebas TB”. Sementara itu, slogan peringatan hari TB sedunia tahun 2012 adalah Stop TB in My Life Time atau “Jangan Biarkan TB Ada di Hidupku”.
Permasalahan TB di Indonesia masih sedemikian luas sehingga membutuhkan komitmen semua pihak untuk mengendalikannya. Mengutip data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 diketahui TB menempati urutan pertama penyakit menular penyebab kematian baik di perkotaan maupun di pedesaan. Belum lagi adanya kasus Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) bahkan Extremely Drug Resistant Tuberculosis (XDR-TB) yang mengakibatkan biaya yang harus dikeluarkan baik oleh negara maupun masyarakat menjadi semakin besar.
Berdasarkan WHO Report of Global TB Control 2011, saat ini Indonesia menempati urutan ke 9 di antara 27 negara yang mempunyai beban tinggi untuk MDR TB, sedikitnya telah ditemukan 8 kasus XDR-TB di Indonesia.
Tahun 2011, Indonesia telah mencapai angka penemuan kasus 82.69 % (melebihi target global 70%). Selain itu, angka keberhasilan pengobatan sebesar 90.29%, bila dibandingkan dengan target RPJMN untuk angka keberhasilan pengobatan di tahun 2011 adalah sebesar 86%, maka sudah tercapai.

Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Pjs. Sekretaris Jenderal