10 Jurus Menghadapi Tantangan TB

10 JURUS MENGHADAPI TANTANGAN TB

Jakarta, 31 Maret 2012
Menteri Kesehatan mengatakan ada 10 langkah dalam menghadapi tantangan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Hal itu disampaikan Menkes dalam pidato pembukaaan Simposium Nasional Hari TB tanggal 31 Maret 2012 di Jakarta yang dibacakan Dirjen P2PL Kemenkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama.
Menurut Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, kesepuluh langkah tersebut adalah :
1. Dimasukkannya pengetahuan dan pelaksanaan pengendalian TB pada proses: akreditasi rumah sakit, proses memperoleh Surat Tanda Register/Surat Ijin Praktik Dokter oleh Ikatan Dokter Indonesia dan pada proses mendapatkan Surat Ijin Praktik Apoteker oleh Ikatan Apoteker Indonesia.
2. Penggunaan Rapid Diagnostic Test pada pemeriksaan TB.
3. Penggunaan 17 GenExpert (alat diagnostik cepat ) secara bertahap di laboratorium Rumah Sakit.
4. Penetapan Laboratorium Rujukan TB Nasional.
5. Penerapan standar pengobatan TB dengan Directly Observe Treatment Shortcourse (DOTS) pada peserta jaminan kesehatan - bekerjasama dengan Jamsostek, Jamkesmas dan Jamkesda.
6. Pengajuan pra kualifikasi obat TB produksi Indonesia ke WHO.
7. Penyusunan Exit Strategy bantuan luar negeri.
8. Pelaksanaan Survei Nasional Prevalensi TB.
9. Penerapan tes tuberkulin untuk mendukung diagnosis TB anak.
10. Inisiasi profilaksis INH bagi orang dengan HIV AIDS.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam penanggulangan TB yaitu :
- Meningkatnya kesenjangan ekonomi.
- Meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.
- Meningkatnya jumlah penderita HIV dan koinfeksi TB-HIV.
- Meningkatnya jumlah penderita multi drug resistant (MDR) TB, penderita Diabetes Mellitus dan orang yang merokok.

Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI :ppti66@yahoo.com

Pengurus Pusat PPTI Drg. Mariani Reksoprodjo
Pjs. Sekretaris Jenderal