Pengendalian TB Dukungan Masyarakat

Berita Pers
No.06.06.216.2012
Keberhasilan Pengendalian TB
Berkat Dukungan Seluruh Lapisan Masyarakat

Jakarta, 31 Maret 2012

Dibandingkan data tahun 1990 dengan data tahun 2010, Indonesia berhasil mengendalikan penyakit tuberkulosis (TB). Hal itu ditandai, menurunnya insidens TB sebesar 45%, dari 343 per 100.000 penduduk menjadi 189 per 100.000 penduduk. Menurunnya prevalens TB sebesar 35%, dari 443 per 100.000 penduduk menjadi 289 per 100.000 penduduk. Menurunnya angka kematian TB sebesar 71%, dari 92 per 100.000 penduduk menjadi 27 per 100.000 penduduk.

Hal itu disampaikan Menkes dalam sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Sp.P(K), MARS, saat membuka Simposium Hari TB Sedunia, Sabtu, 31 Maret 2012 di Jakarta. Ditambahkan, angka penemuan kasus TB tahun 2010 mencapai 78,3% dan tahun 2011 82,20%. Keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2010 mencapai 91,2%. Sedangkan target global untuk penemuan kasus adalah 70% dan keberhasilan pengobatan lebih dari 85%.
”Seluruh keberhasilan ini dapat dicapai berkat dukungan semua pihak di jajaran Pemerintahan, baik di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah, dukungan organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi internasional serta dukungan seluruh lapisan masyarakat”, ujar Menkes.
Atas keberhasilan itu, Menkes menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung Pemerintah dalam pengendalian TB di seluruh tanah air. Dalam sambutannya Menkes juga menyebutkan, titik berat Pembangunan Kesehatan tahun 2010-2014 adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu termasuk pelayanan pengobatan TB.
”Pemerintah telah menyediakan sarana pemeriksaan dan pengobatan TB di seluruh Indonesia, baik di Puskesmas, di Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru – BP4 maupun di Rumah Sakit. Seluruh biaya pengobatan TB di fasilitas kesehatan Pemerintah dijamin oleh Pemerintah”, tegas Menkes.
Sejak lima tahun yang lalu, Pemerintah juga telah melaksanakan program Jamkesmas yang menjamin pelayanan kesehatan bagi 76,4 juta masyarakat miskin dan hampir miskin di seluruh tanah air. Sementara itu, perhatian khusus diberikan pula pada Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan Terluar(DTPK) dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan alat kesehatan serta sumber daya manusia kesehatan. Dengan demikian, diharapkan hambatan sosial ekonomi dan hambatan geografi dalam akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, termasuk pengobatan TB benar-benar dapat diatasi. Bahkan, sesuai amanat Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS, pada 1 Januari 2014, pelaksanaan jaminan kesehatan di Indonesia akan memasuki tahap universal coverage yaitu tahap dimana seluruh penduduk Indonesia akan mendapat jaminan kesehatan.
Slogan peringatan Hari TB Sedunia tahun 2012 adalah ”Jangan Biarkan TB Ada di Hidupku”. Slogan ini mengingatkan bahwa TB dapat dideteksi, diobati, dan disembuhkan dengan minum obat sampai tuntas.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Pjs. Sekretaris Jenderal