Seminar TB dan Diabetes Mellitus

SEMINAR TB – DIABETES MELLITUS
Jakarta, 30 Maret 2011

Tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penanggulangan TB dengan Stategi DOTS yang telah dicanangkan oleh Pemerintah sejak tahun 1995 telah terbukti sangat baik untuk penanggulangan TB. Namun dengan meningkatnya kasus pengakit lain seperti HIV dan Diabetes Mellitus (DM) yang sangat rentan terhadap infeksi, penanganannya menjadi lebih berat.
DM merupakan penyakit yang tidak menular yang banyak ditemukan di Indonesia. Jumlah penderita DM terus meningkat seiring dengan perubahan trend penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit tidak infeksi. Komplikasi pada penderita DM biasanya terjadi karena gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama terutama pada penderita dewasa dan manula dimana daya tahan tubuh mulai menurun. Penderita DM mudah terserang TB paru dan makin parah DM maka semakin mungkin terkena TB paru.
Dengan munculnya TB pada penderita DM, maka PPTI menyelenggarakan Seminar TB-DM dengan tujuan agar masyarakat dapat memahami hubungan penyakit DM dengan TB.

PELAKSANAAN KEGIATAN :
Seminar dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Maret 2011, bertempat di Ruang Serbaguna, Gedung PPTI Pusat Lt. III, Jln. Sultan Iskandar Muda No. 66A, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.
Seminar dihadiri 68 orang, dari 100 orang yang diundang, dengan rincian :
Anggota PKK Provinsi DKI Jakarta : 16 orang
Anggota FK-PSM : 19 orang
Anggota PGRI DKI Jakarta : 8 orang
Anggota Pramuka Kwarda DKI Jakarta : 16 orang
Pengurus PPTI Pusat : 9 orang
di tambah 4 orang nara sumber dan 4 orang Panitia. Dengan peserta seperti tersebut diatas diharapkan mereka dapat meneruskan informasi yang diperoleh dalam seminar kepada rekan-rekan yang lain serta masyarakat umum, mengingat mereka memiliki akses langsung dengan masyarakat.

Berikut sambutan Ketua Umum PPTI pada Seminar TB dan Diabetes Mellitus tahun 2011.
----------------------------------------------------------------------------
SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPTI DALAM
PEMBUKAAN SEMINAR TUBERKULOSIS DAN DIABETES MELLITUS
JAKARTA, 30 MARET 2011
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera dan Selamat Pagi
Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang saya hormati.
Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa kita semua dapat hadir di sini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Atas nama Pengurus Pusat PPTI kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila Ibu-Bapak sekalian dengan susah payah sampai ke Kantor PPTI ini.
Ibu-Bapak yang terhormat,
Kegiatan seminar ini merupakan realisasi dari program Pengurus Pusat PPTI tahun 2011 yang bertujuan membangun dan meningkatan kegiatan penanggulangan Tuberkulosis di masyarakat, khususnya penderita Tuberkulosis pada penderita kencing manis (diabetes mellitus). Mengapa diambil penderita Diabetes Mellitus dan Tuberkulosis?. Diabetes Mellitus, merupakan penyakit penyebab kematian nomor 6 di Indonesia setelah kematian karena stroke, Tuberkulosis, hypertensi, cedera dan perinatal dengan proporsi kematian sebesar 5.8%. Apabila Tuberkulosis di Indonesia berada dalam urutan ke 5 terbesar di dunia sesudah India, China, Nigeria dan Afrika Selatan maka Diabetes Millitus berada dalam urutan ke 4 di dunia sesudah India China dan Amerika. Jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia saat ini 8,4 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2030 akan meningkat menjadi 21,3 juta orang.
Diabetes Mellitus terdiri dari 2 tipe yaitu tipe yang disebabkan oleh factor keturunan dan tipe yang disebabkan faktoir gaya hidup 80% penderita Diabetes Millitus disebabkan oleh faktor gaya hidup. Karena itu penting kita semua membiasakan gaya hidup sehat sejak anak-anak dengan mengkonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olah raga dan tidak merokok.
Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang saya hormati.
Menurut literater yang saya baca maka tuberculosis merupakan salah satu komplikasi dari Diabetes Mellitus yang biasanya lebih disebabkan oleh fokus infeksi Tuberkulosis yang lama, yang lebih penting lagi yaitu bahwa sejak penyakit Diabetes Mellitus yang disertai oleh Tuberkulosis Paru, gejalanya akan saling menutupi, diantaranya pada kedua penyakit tersebut, secara bersamaan terdapat penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan dan kelelahan umum.
Demikianlah pengantar yang dapat saya sampaikan, dan lebih rinci akan disampaikan oleh para narasumber yang pakar dibidang penyakit Diabetes Mellitus, Tuberkulosis termasuk upaya pencegahan dan pengobatannya.
Akhirnya saya ucapkan terimakasih kepada :
Dr. M.Yunir,Sp.PD
Dr.Achmad Hudoyo,Sp.P,FCCP
Dr.Budhi Swidarmoko, Sp.P
Atas kesediaannya menjadi Narasumber dalam Seminar ini walaupun kami menyadari kesibukan-kesibukan beliau.
Ucapkan terimakasih juga disampaikan kepada semua fihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Seminar ini dan khususnya kepada GF-ATM yang telah membantu penyelenggaraannya.
Terimakasih pula kepada semua peserta seminar.
Billahi taufik wal hidayah
Wasalamu’alaikum Wr.Wb.

Pengurus Pusat PPTI

Ny.Ratih Siswono Yudo Husodo, SH
Ketua Umum
--------------------------------------------------------------------
Pada acara ini disajikan presentasi dari tiga nara sumber secara bergantian dengan moderator Dr. Prasenohadi, Ph.D, Sp.P.
Nara sumber partama Dr. Ahmad Hudoyo, Sp.P (K) Pengurus Pusat PPTI, menyampaikan makalahnya berjudul “Mengenal : Penyakit Tuberkulosis pada Keadaan Khusus”.
Nara sumber kedua Dr. Em Yunir, Sp.PD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM menyampaikan makalahnya dengan judul “Diabetes Melitus dan Tuberkulosis” dan
Nara sumber terakhir Dr. Boedi Swidarmoko, Sp.P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI/SMF Paru RS Persahabatan, mempresentasikan makalahnya dengan judul “Pengobatan TB Paru pada Diabetes Melitus”.
Dari ketiga nara sumber tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular, yang kronis.
2. Bersifat Progresif
3. Resiko berbagai komplikasi kronis
4. Kadar gula darah harus dikendalikan karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi
5. Diabetes Melitus lebih mudah alami infeksi TB
6. TB paru pada penderita DM akan lebih berat apabila kadar gula tidak terkontrol.
7. Pengobatan TB paru pada penderita DM lebih lama ( 9-12 bulan)
8. Perlu kerjasama multidisiplin.
9. Selain pengobatan, diperlukan pula pola gaya hidup yang aktif ( olah raga, diet)

Link Materi Seminar yang dapat di download
1. Penanganan TB dalam Keadaan Khusus disini
2. Pengobatan TB pada Penderita Diabetes Mellitus disini