TB Day 2009

Peringatan Hari TB se Dunia (World TB Day) 2009
Di Lapas Banceuy – Kota Bandung

Tema Hari TB se Dunia pada tahun ini masih mengusung hal yang sama seperti tema pada tahun 2008 yaitu “We simply must stop TB” yang menggambarkan bahwa setiap orang dapat berperan didalam pemberantasan dan pencegahan penyakit Tuberkulosis atau TB. PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) Wilayah Jawa Barat sebagai salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang merupakan mitra pemerintah dalam program penanggulangan TB, tentunya juga ingin berkontribusi dalam menangani berbagai permasalahan TB khususnya yang terjadi di Jawa Barat.
Menurut WHO (2005), diperkirakan terjadi 530.000 kasus TB baru Indonesia dengan kematian 140.000 setiap tahunnya. Insiden kasus TB BTA positif sekitar 110 per 100.000 populasi menyerang sebagian besar kelompok usia kerja produktif, kelompok ekonomi lemah dan berpendidikan rendah. Walaupun angka kesakitan TB dari tahun ketahun cenderung menunjukkan penurunan namun prevalensi TB pada komunitas narapidana dan tahanan ternyata 7,5 kali lebih besar dari populasi umum. Kondisi LAPAS dan RUTAN yang over kapasitas dengan sarana, prasarana, lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai merupakan tantangan dalam penanggulangan TB. Penemuan dan penyembuhan pasien TB menular, merupakan kegiatan pencegahan penularan TB yang paling efektif dan secara bermakna akan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat TB di lingkungan LAPAS dan RUTAN.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, PPTI Jawa Barat bekerjasama dengan pihak LAPAS Banceuy, PPTI Cabang Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung dan RS Hasan Sadikin telah melaksanakan kegiatan penyuluhan TB dengan sasaran para narapidana, sipir, petugas kesehatan dan pihak keluarga narapidana dilingkungan LAPAS Banceuy.

Tujuan Peringatan Hari TB se Dunia di Lapas adalah :
1. Tersosialisasinya program penanggulangan TB di Lapas Banceuy, agar:
- Petugas dan LSM di Lapas Banceuy mengetahui prinsip penanggulangan TB dengan Strategi DOTS.
- Skrining TB pada napi (warga binaan pemasyarakatan) di Lapas Banceuy
- Diagnosis dan pengobatan napi (WBP) TB dengan Strategi DOTS
- Adanya kebijakan terkait pengendalian infeksi
2. Adanya kerjasama lintas sektor terkait dalam program penanggulangan TB di Lapas Banceuy

Peserta yang hadir pada acara tersebut 400 orang terdiri dari : Perwakilan narapidana Lapas Banceuy, Petugas sipir Lapas Banceuy, Petugas Kesehatan Lapas Banceuy, Pihak Keluarga narapidana Lapas Banceuy dan lintas sektor terkait. Nara sumber yaitu Direktur Jenderal Pemasyarakatan Dephukham (sekaligus membuka acara), Kakanwil Dephukham Jawa Barat, Ketua PPTI Wilayah Jawa Barat – Drs.H.Karna Suwanda, Walikota Bandung – Drs.H.Dada Rosada, Direktur Bina Perawatan Ditjen Pemasyarakatan – Dra.Engkuy, Tim DOTS RSHS – dr.Arto Yoewono Soeroto,SpPD,KP, Dinas Kesehatan Kota Bandung – dr.Hj.Rita Verita Sri.H,MM,MH.Kes.
Sebagai tindak lanjut dari acara ini adalah pelatihan untuk 400 orang PMO (2 angkatan) di Lapas Banceuy dengan sumber dana dari GF-ATM komponen TB R5 Phase 2.