Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

PPTI CABANG KOTA DEPOK GELAR WALK FOR TB

PPTI CABANG KOTA DEPOK GELAR WALK FOR TB


Jakarta, 27 April 2015.
Untuk membangun dan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya penanggulangan Tuberkulosis (TB), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Depok menyelenggarakan Gerak Jalan Simpatik untuk TB (Walk For TB) tanggal 25 April 2015 dengan start di Lapangan Pemkot Depok.
Menurut Dr. Anna Rozaliani, M.Biomed, Sp.P, Ketua Pengurus Cabang PPTI Kota Depok, kegiatan Walk for TB diadakan dalam memperingati Hari TB Sedunia dan Pawai Budaya Kota Depok dalam rangka memperingati HUT ke-16 Kota Depok. Walk for TB, diikuti 700 orang terdiri dari pelajar SLTP/SLTA, kader kesehatan serta organisasi profesi kesehatan serta instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Olah Raga.
Acara yang dibuka oleh Walikota Depok Dr. Ir. H. Nurmahmudi Ismail, M.Sc., menempuh rute dari Lapangan Pemkot Depok, Jalan Margonda dan kembali ke Lapangan Pemkot. Keberangkatan peserta Walk for TB dan Pawai Budaya Kota Depok dilepas oleh Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI. Acara juga dihadiri, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia- Arifin Panigoro, Ketua Kehormatan PPTI Cabang Depok-Ny. Nur Azizah Tamhid, dan para pimpinan instansi pemerintahan/dinas dan lembaga terkait di tingkat Kota Depok.
Ditambahkan, dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia tanggal 24 Maret dan Hari Jadi ke-16 Kota Depok, Walk for TB dirangkai dengan kegiatan lainnya yaitu Ketuk Pintu 300 rumah se Kota Depok untuk mencari suspek (terduga) TB. Bakti Sosial pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB bekerja sama dengan Puskesmas/unit pelayanan teknis di tiap kecamatan.
Selain itu juga dilakukan berbagai lomba seperti lomba kader TB-PMO (Pengawas Menelan Obat), lomba pembuatan peta (mapping) kasus TB, lomba penyuluhan TB di kalangan pelajar/remaja dan lomba poster serta media kreatif lain bagi pelajar SMA.
Walk for TB, gerak jalan disertai aksi simpatik membagikan brosur/media informasi tentang TB di beberapa titik keramaian seperti terminal, stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan (mall).
Ketuk pintu 300 rumah, yaitu kader mendatangi rumah penduduk di setiap kecamatan se Kota Depok dan bertujuan untuk menemukan pasien suspek TB. Selanjutnya pasien suspek TB akan disertakan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB.
Bakti sosial pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB, kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan dahak gratis untuk deteksi dini TB. Sasarannya adalah pasien suspek TB yang telah diidentifikasi pada saat gerakan Ketuk Pintu 300 rumah.
Lomba kader TB-PMO, lomba ini melibatkan kader TB-PMO di tiap kecamatan se Kota Depok dan bertema “Penyuluhan dan Paparan TB berbasis data”.
Lomba penyuluhan TB di kalangan remaja, diikuti oleh pelajar SLTP dan SLTA se Kota Depok berupa penyuluhan terhadap teman sebaya dengan menggunakan berbagai media kreatif. Rangkaian kegiatan tersebut diadakan secara bertahap sejak tanggal 24 Maret – 28 April 2015.
Dr. Anna menambahkan, penyakit TB merupakan penyakit menular yang menyebabkan tingginya angka kesakitan, angka kematian dan tingginya biaya kesehatan di Indonesia. Di Kota Depok saja, menurut data Dinas Kesehatan Kota Depok, pada tahun 2014 diperkirakan terdapat 2.168 kasus TB paru BTA positif. Hal ini memerlukan penyebaran informasi di kalangan masyarakat luas. “PPTI Cabang Kota Depok sebagai mitra Pemerintah Kota Depok merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat memberantas penyakit TB”, ujar Dr. Anna.
Beban penyakit TB di masyarakat masih sangat tinggi. Diperkirakan masih terdapat sekitar 9,5 juta kasus baru dan sekitar setengah juta orang meninggal akibat TB di seluruh dunia. Sedangkan Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Perkiraan prevalensi TB semua kasus sebesar 660.000 dan estimasi insidensi berjumlah 430.000 kasus baru per tahun. Jumlah kematian akibat TB diperkirakan 61.000 orang per tahun, ujar Dr. Anna.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com








MENUJU INDONESIA BEBAS TB

MENUJU INDONESIA BEBAS TB TAHUN 2050


Jakarta, 31 Maret 2015.
Dalam rangka Hari TB Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret yaitu tanggal ditemukan Mycobacterium tuberculosis (kuman penyebab Tuberkulosis) oleh Robert Koch tahun 1882, diselenggarakan Simposium Nasional di Jakarta tanggal 28 Maret 2015.
Simposium diikuti sekitar 1200 peserta dari jajaran lintas sektor pemerintah di tingkat Pusat dan Daerah serta seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi profesi, lembaga sosial kemasyarakatan diantaranya Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Pusat, PPTI Wilayah DKI Jakarta dan PPTI Cabang Kota Depok, Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI), serta mitra Internasional, dibuka Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek.
Dalam sambutannya Prof. Dr. Nila F. Moeloek, menyatakan tema Hari TB di tingkat global adalah Reach three million, a TB test, treatment and cure for all dan di tingkat nasional adalah Bebas TB, Indonesia Sehat dan Hebat.
“Tema di tingkat global tersebut mengingatkan kita akan pentingnya upaya untuk menjangkau, memeriksa, dan mengobati sekitar 3 juta penderita TB yang belum terjangkau program TB di seluruh dunia. Pada dasarnya tema nasional menyampaikan pesan yang sama yaitu untuk membebaskan Indonesia dari TB dengan menemukan dan mengobati seluruh penderita TB di tanah air”, ujar Menkes.
Tema global dan tema nasional sangat relevan dengan Visi, Misi dan 9 Program atau Nawa Cita Pemerintah dewasa ini yang antara lain mengamanatkan agar menghadirkan negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Dalam konteks TB adalah menyelamatkan bangsa dan negara dari Penyakit TB, jelas Menkes.
Dikatakan, pencapaian indikator Millennium Development Goals atau MDGs untuk pengendalian TB cukup memuaskan bahkan telah tercapai sejak tahun 2010. Sebab, Indonesia telah berhasil menurunkan insidens, prevalens, dan angka kematian akibat TB.
Insidens TB berhasil diturunkan sebesar 45%, yaitu 343 per 100.000 penduduk tahun 1990 menjadi 189 per 100.000 penduduk tahun 2010. Prevalensi TB telah diturunkan sebesar 35%, yaitu 443 per 100.000 penduduk tahun 1990 menjadi 289 per 100.000 penduduk tahun 2010. Sedangkan, angka kematian TB berhasil kita turunkan sebesar 71%, yaitu 92 per 100.000 penduduk tahun 1990 menjadi 27 per 100.000 penduduk tahun 2010. Sasaran yang harus dicapai adalah menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat TB menjadi setengahnya di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 1990.
Pada kesempatan tersebut, Menkes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran lintas sektor pemerintah di tingkat pusat dan daerah serta seluruh lapisan masyarakat termasuk organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra internasional yang telah menyukseskan pengendalian TB di tanah air.
Diharapkan, dukungan ini terus dilanjutkan dan makin ditingkatkan di masa mendatang agar kita benar-benar dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas TB tahun 2050, ujar Menkes.
Menkes menegaskan, apresiasi Sekjen PBB Ban Ki Moon pada pengendalian TB di Indonesia tahun 2012 dan Champion Award for Exceptional Work in the Fight Againts TB dari Global Health USAID pada Pemerintah Indonesia tahun 2012, semakin mendorong kita untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas menyelesaikan masalah TB di Indonesia. Utamanya dalam meningkatkan cakupan dan kualitas pengendalian TB serta meningkatkan akses masyarakat pada pengendalian TB.
Dalam pengendalian TB, pemerintah memasukkan pelayanan tatalaksana TB di rumah sakit sebagai salah satu syarat akreditasi. Bekerjasama dengan PB IDI melakukan Sertifikasi TB untuk Dokter Praktek Mandiri melalui pelatihan agar mampu melaksanakan tatalaksana TB sesuai standar. Selain itu, bekerjasama dengan lintas sektor terkait seperti Kementerian Pertahanan untuk memperluas cakupan pelayanan TB yang berkualitas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan tatalaksana TB di seluruh Indonesia benar-benar dilaksanakan hanya oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan terlatih untuk menghindarkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi obat TB yang berakibat terjadinya TB Multiple Drug Resistant (MDR). Di samping itu, pemahaman masyarakat tentang pentingnya mendapatkan pengobatan TB dari fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten juga harus ditingkatkan.
Menurut Menkes, Indonesia juga menghadapi tantangan TB-MDR, TB-HIV, TB-Rokok, dan TB Diabetes Mellitus. Untuk itu, pemerintah telah melakukan langkah dan upaya antara lain dengan tehnologi mutakhir dalam diagnosis TB seperti tes cepat atau Rapid Test TB Diagnosis. Dengan teknologi ini, kasus TB termasuk TB MDR dan TB HIV dapat lebih cepat didiagnosis, sehingga lebih cepat diobati. Dewasa ini, pemerintah telah memanfaatkan tehnologi mutakhir ini di 28 provinsi dan akan diperluas ke seluruh provinsi di masa mendatang.
Selain Simposium, peringatan Hari TB Sedunia juga dimeriahkan kegiatan pameran dari berbagai instansi termasuk dari lembaga sosial kemasyarakatan diantaranya PPTI dan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) serta mitra internasional.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com.


Simposium Nasional di hotel Ritz Carlton Jakarta tanggal 28 Maret 2015 yang diikuti sekitar 1200 peserta dari jajaran lintas sektor pemerintah di tingkat Pusat dan Daerah serta seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi profesi, lembaga sosial kemasyarakatan


Menkes RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek mengunjungi stand pameran PPTI diterima Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro dan Sekum BPP-PPTI Drg. Mariani Reksoprodjo pada acara Simposium Nasional TB Day, 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta


Menkes RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek sedang melihat-lihat media penyuluhan ketika mengunjungi stand pameran PPTI pada acara Simposium Nasional TB Day, 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta


Menkes RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek mengunjungi stand pameran FSTPI diterima Ketua FSTPI Bapak Arifin Panigoro pada acara Simposium Nasional TB Day, 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta


Peserta Simposium Hari TB Sedunia sedang mengunjungi stand PPTI pada acara Simposium Nasional TB Day, 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta


Stand PPTI dan FSTPI sedang dikunjungi peserta pada acara Simposium Nasional TB Day, 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta.

Berita Duka Cita

Berita Duka Cita


Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
Kami atas nama jajaran Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) seluruh Indonesia menyampaikan “Turut Berdukacita” yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Drs. H. Husin Kasim Ketua Pengurus Cabang PPTI Kota Jambi pada hari Senin, 4 Mei 2015.
Semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT sesuai amal ibadahnya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan lahir dan batin. Amien.

Klinik JRC-PPTI selanggarakan penyuluhan TB DAN TB-HIV

KLINIK JRC-PPTI SELENGGARAKAN PENYULUHAN TB DAN TB-HIV KEPADA PASIEN DAN KELUARGANYA




Dr. MC. Joyce Tumbelaka, MARS, Pimpinan Klinik JRC-PPTI sedang membuka kegiatan penyuluhan TB dan TB-HIV kepada pasien Klinik JRC-PPTI dan keluarganya tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 66A, Jakarta Selatan.



Penyuluhan TB dan TB-HIV yang dilaksanakan Klinik JRC-PPTI tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A, Jakarta Selatan yang diikuti 61 peserta.



Dr. Sanri Pramahdi, Sp.P, dokter Klinik JRC-PPTI sedang memberikan penyuluhan bahwa TB merupakan penyakit menular yang dapat diobati sampai sembuh asalkan pasien berobat secara patuh sesuai dengan petunjuk dokter, pada tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A, Jakarta Selatan.



Peserta penyuluhan TB dan TB_HIV sedang mendengarkan penjelasan dr. Sanri Pramahdi, Sp.P tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A, Jakarta Selatan.



Septa dari Yayasan Nasional Edukasi Dedikasi sedang memberikan penyuluhan mengenai TB dan kolaborasi dengan HIV kepada pasien Klinik JRC-PPTI dan keluarganya tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A, Jakarta Selatan.



Peserta penyuluhan TB dan TB_HIV sedang mendengarkan penjelasan Septa dari Yayasan Nasional Edukasi Dedikasi tentang penyakit Tb dan kolaborsi dengan HIV, pada tanggal 24 Maret 2015 di Aula Gedung PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A, Jakarta Selatan.