Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

Lowongan Pekerjaan Klinik JRC-PPTI

Klinik JRC-PPTI Membuka Lowongan


Dibutuhan segera:
1. Dokter Umum jaga malam UGD (2 orang)
2. Tenaga Perawat (2 orang)
3. Assisten Apoteker (1 orang)
Peminat datang langsung wawancara dengan membawa dokumen lamaran ke
Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Kebayoran Lama Jakarta Selatan
Setiap hari Senin - Jumat jam 09.00 - 13.00

Lowongan Pekerjaan

DIBUKA LOWONGAN PEKERJAAN


Dibutuhan segera: Staf Monitoring dan Evaluasi (M&E) dengan persyaratan:

1.Dokter/Dokter Gigi/ SKM
2.Umur maksimal 35 tahun
3.Dapat berbahasa Inggris dengan baik lisan dan tulisan
4.Mampu mengoperasikan Program Komputer ( microsoft office )
5.Berpengalaman dalam Monitoring dan Evaluasi

Lamaran ditujukan kepada:
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI
Jl.Sultan Iskandar Muda No.66A
Kebayoran Lama Utara
Jakarta Selatan 12240

Lamaran dapat dikirim melalui e-mail: ppti66@yahoo.com atau fax 021-7397494 paling lambat pada tgl.14 Agustus 2014

Murid SD Sumbang PPTI

Berita Pers
No. 06.06.241.2014


MATHIEW BUDI SETIAWAN, MURID KELAS VI SD PELITA HARAPAN SUMBANG PPTI


Jakarta, 20 Mei 2014.
Hari ini, tanggal 20 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-46 Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Mathiew Budi Setiawan murid Kelas VI Sekolah Dasar Pelita Harapan Jakarta menyerahkan sumbangan uang sebesar dua puluh juta lima ratus ribu rupiah (Rp. 20.500.000,-), untuk membantu pasien TB tidak mampu yang dilayani di Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC-PPTI) Jakarta.
Sumbangan diserahkan langsung Methiew Budi Setiawan kepada Drg. Mariani Reksoprodjo, Sekretaris Umum Badan Pengurus Pusat PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS, Pimpinan Klinik JRC-PPTI dengan disaksikan Ir. Wong Budi Setiawan, MM ayah dari Mathiew Budi Setiawan di Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 66 A Jakarta Selatan.
Menurut Mathiew Budi Setiawan, sumbangan tersebut ia kumpulkan bersama beberapa teman dan beberapa orang tua murid di sekolahnya yang peduli terhadap penderita TB yang tidak mampu.
Dalam kesempatan tersebut Drg. Mariani Reksoprodjo menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas upaya yang dilakukan Mathiew dan beberapa teman serta beberapa orang tua di SD Pelita Harapan Jakarta. Semoga kepedulian terhadap pasien TB tidak mampu yang dilakukan Mathiew dan kawan-kawan menjadi contoh tumbuhnya kesadaran masyarakat bergotong royong meringankan beban penderitaan orang lain.
Sebagaimana diketahui Klinik JRC-PPTI setiap tahunnya melayani sekitar 600 pasien tidak mampu. Obat Anti TB (OAT) memang disediakan oleh pemerintah secara gratis. Namun biaya konsultasi dokter, pemeriksaan dahak, pemeriksaan rontgen, vitamin dan obat-obat untuk mengatasi efek samping OAT, biaya transport pasien untuk mengambil obat maupun Mantoux test (salah satu cara menegakkan diagnosis TB pada anak) tetap menjadi beban pasien. Itu sebabnya pasien TB yang tidak mampu memerlukan uluran tangan dari berbagai pihak baik perusahaan maupun perorangan.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan didampingi ayahnya Ir. Wong Budi Setawan. MM diterima Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS diruang kerja pimpinan Klinik JRC-PPTI tanggal 20 Mei 2014 dalam rangka menyerahkan sumbangan sebesar Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah untuk membantu pasien TB yang tidak mampu yang dilayani di Klinik JRC-PPTI.




Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan Menyerahkan sumbangan berupa uang Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah dan diterima oleh Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS diruang kerja pimpinan Klinik JRC-PPTI tanggal 20 Mei 2014.




Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan didampingi ayahnya Ir. Wong Budi Setawan. MM sedang melihat-lihat Klinik JRC-PPTI bersama dengan Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS pimpinan Klinik JRC-PPTI.



Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan sedang melihat gudang OAT di Klinik JRC-PPTI bersama dengan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS Pimpinan Klinik JRC-PPTI.


PPTI Ulang Tahun ke 46

Berita Pers
No. 06.06.238.2014


PPTI PERINGATI ULANG TAHUN KE 46


Jakarta, 12 Mei 2014.
Pada tanggal 20 Mei 2014 Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) genap berusia 46 tahun. Bagi organisasi sosial kemasyakatan, usia 46 merupakan usia yang telah matang dan penuh perjuangan. Matang dan penuh perjuangan karena organisasi PPTI tumbuh dan berkembang sejak era pemerintahan sentralisasi maupun di era desentralisasi. Di era sentralisasi dan desentralisasi tersebut mau atau tidak mau, suka atau tidak suka sangat mempengaruhi pasang surut perkembangan organisasi, baik di Pusat, Wilayah maupun cabang. Namun dengan penuh ketekunan, kegigihan dan pengabdian para pengurusnya yang tidak mengenal lelah, Jajaran Sekretariat dan Manajemen Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC) PPTI tetap eksis sampai kini bahkan sampai nanti dimana penyakit TB tidak menjadi masalah lagi di negeri tercinta ini.
HUT ke-46 PPTI diadakan tidak seperti biasanya. Kali ini diadakan dalam suasana gathering dengan dihadari 45 orang yang terdiri dari Jajaran Pengurus, Sekretariat dan Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC) PPTI bertempat di Kebun Teh Maleber, Kab. Cianjur Jawa Barat tanggal 11 Mei 2014.
Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesetiaan dan komitmen jajaran pengurus dalam membantu PPTI Pusat. Diharapkan para pengurus senantiasa meningkatkan kepeduliannya terhadap organisasi PPTI.
Penghargaan dan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Klinik JRC, khususnya Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS, pimpinan Klinik atas upaya yang luar biasa membenahi manajemen Klinik, khususnya dalam mengelola santunan bagi pasien TB yang tidak mampu. Karena keberhasilannya itu, saat ini Klinik JRC-PPTI dapat dijadikan percontohan bagi klinik-klinik yang dimiliki PPTI Wilayah dan Cabang.
Kepada seluruh karyawan JRC dan Staf Sekretariat PPTI diminta bekerja dalam satu tim dan karenanya harus saling menghargai. Bekerja dalam suatu organisasi dibatasi oleh banyak aturan, ada jam kerja,prosedur kerja, system kerja dan lain-lain, namun kalau sudah bersedia untuk menjadi karyawan berarti sudah komit untuk mentaati semua peraturan yang berlaku, ujar Ketua Umum BPP-PPTI.
Ditambahkan, semua unit sama pentingnya, karena proses pelayanan tidak akan terjadi apabila ada satu unit yang tidak ada. Misalnya, apabila tidak ada unit pendaftaran, maka pasien tidak akan sampai ke kasir. Kalau tidak ada petugas yang mengagendakan surat-surat masuk dan surat keluar di Sekretariat PPTI Pusat, maka surat-surat tersebut tidak akan sampai kepada Ketua Umum BPP-PPTI maupun kepada Bapak Arifin Panigoro selaku Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia. Begitu pula, bila tidak ada petugas pengantar surat, maka organisasi kita tidak akan berjalan lancar”, ujar Ny. Raisis Arifin Panigoro.
Untuk memeriahkan acara, berbagai acara permainan telah disiapkan, dengan maksud untuk lebih mempererat tali silaturahmi, saling mengenal, dan menyatukan tekad untuk saling menyayangi, seperti dalam pepatah " Tak Kenal maka Tak sayang ". Dengan demikian, akan tercapai saling pengertian dan saling memahami kelebihan dan kekurangan, baik secara individu maupun secara organisasi. Acara diawali dengan kegiatan "Ice Breaking", yaitu mencairkan kebekuan diantara para peserta agar menyatu dalam suatu wadah PPTI. Dalam permainan terbagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari semua unsur, ada pengurus, staf sekretariat dan jajaran Klinik JRC. Acara didahului dengan kegiatan fisik yang tidak terlalu berat, yaitu Tea Walk dengan route yang pendek dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.
Selain itu, ada beberapa lomba untuk lebih menyemarakkan gathering seperti membuat lomba membuat pantun, dan pesan berantai. Dan untuk menambah semangat dan motivasi peserta, masing-masing permainan dan lomba disediakan berbagai hadiah dan door prize yang menarik.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan tea work di kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.




Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan tea work di kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.




Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) melakukan kegiatan ice breaking dimulai dengan senam di lapangan kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.






Dalam kegiatan ice breaking peserta dibagi kelompok-kelompok yang terdiri dari Pengurus, Sekretariat dan staf Klinik JRC-PPTI di Meleber tanggal 11 Mei 2014. Tiap-tiap kelompok menunjuk juru bicara yang akan menjawab pertanyaan yang diajukan panitia lomba.






Kelompok peserta yang diwakili juru bicara sedang menjawab pertanyaan yang diajukan panitia lomba.


















Foto bersama Peserta Gathering (Pengurus, Sekretariat dan Staf JRC-PPTI) di lapangan kebun teh Meleber tanggal 11 Mei 2014 dalam rangka menyambut HUT ke 46 PPTI.



Acara resmi HUT ke 46 PPTI dirayakan dengan acara potong tumpeng yang didahuli dengan sambutan Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro dan doa oleh Drs. Hasbi Ash Shidiq.



Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Umum BPP-PPTI Ny.Raisis Arifin Panigoro. Yang selanjutnya diserahkan kepada pengurur yang senior (Ibu Winnie Widjaja) dan staf klinik JRC-PPTI yang yunior (Nurfaizah)









Acara hiburan diisi dengan menyanyi bersama.



Acara pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti oleh seluruh peserta gathering.