Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

Wakil Walikota Jakarta Barat hadiri Baksos PPTI Pusat

Berita Pers
No.06.06.643.2015


WAKIL WALIKOTA JAKARTA BARAT HADIRI
BAKTI SOSIAL PPTI PUSAT
DI KELURAHAN KAPUK


Jakarta, 18 November 2015.

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Pusat, hari ini (18-11-2015), mengadakan Bakti Sosial untuk warga di Lapangan Olah Raga RT 013 RW 13 Kelurahan Kapuk, Kec. Cengkareng Jakarta Barat dibuka Wakil Walikota Jakarta Barat Muhammad Zen. Hadir pada acara tersebut Ny. Heppy Farida, Istri Djarot Saiful Hidayat-Wakil Gubernur DKI Jakarta didampingi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI secara simbolis menyerahkan Genteng Kaca kepada pasien TB. Sedangkan Wakil Walikota Jakarta Barat secara simbolis menyerahkan Tempat Sampah kepada Ketua RW 13 H. Agus Winarno dan Ketua RW 16 H. Poniman. Penyerahan secara simbolis paket bantuan bahan makanan dari Ketua Umum BPP-PPTI kepada pasien TB.

Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro mengatakan, kegiatan Bakti Sosial merupakan salah satu kegiatan PPTI guna memberikan santunan kepada pasien TB dari keluarga tidak mampu.
Kegiatan Bakti Sosial untuk warga Kelurahan Kapuk berupa :
  • Penyuluhan tentang Tuberkulosis (TB) yang disampaikan oleh DR. Dr. Erlina Burhan, Sp.P(K)
  • Memberi genteng kaca dan atap fiber kepada 61 rumah di RW 13 dan RW 16. Di RW 13 sebanyak 31 rumah di RW 16 sebanyak 30 rumah.
  • Tujuan pemberian genteng kaca dan fiber adalah agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga rumah tersebut menjadi lebih sehat dan mencegah penularan penyakit TB.
  • Pemberian 22 buah tempat sampah
  • Pemberian paket bantuan bahan makanan antara lain beras, gula, kacang ijo, susu, minyak goreng dan lain-lain sebanyak 500 paket
Ny. Raisis menambahkan, PPTI yang didirikan tanggal 20 Mei 1968 mengemban misi untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit TB. Dilakukan melalui penyuluhan yang berujung pada penemuan kasus TB / case finding dan kesembuhan pasien TB / case holding dan memberi santunan kepada pasien TB yang tidak mampu sebatas kemampuan organisasi “.

Pada tataran akar rumput (RT, RW, dan Kelurahan), tugas penyuluhan dan mengenali pasien terduga TB serta pendampingan pasien TB yang menjalani pengobatan dilakukan oleh para kader. Kader kesehatan yang ada pada tataran ini adalah kader PKK yang keberadaannya relatif berkesinambungan. Oleh karena itu, Ketua Umum PPTI telah membuat Perjanjian Kerjasama / MoU dengan Ketua Tim Penggerak PKK Pusat dengan maksud agar para kader PKK juga menjadi kader PPTI dengan pembekalan ilmu tentang Tuberkulosis, ujar Ny. Raisis.

Ditambahkan, konsep Dasa Wisma PKK sangat sejalan dengan upaya pemantauan kesinambungan berobat pasien TB. Konsep tersebut sangat cemerlang karena satu kader PKK memantau 10 rumah dalam hal kesehatannya termasuk kewaspadaan terhadap TB.

Saat ini Pengurus PPTI berada di 13 Provinsi termasuk DKI Jakarta, 53 Kabupaten / Kota, 25 Kecamatan, dan 15 Kelurahan. Sebutan bagi pengurus PPTI tingkat provinsi adalah Pengurus Wilayah, dan bagi pengurus PPTI tingkat Kabupaten / Kota adalah Pengurus Cabang, tingkat Kecamatan adalah Anak Cabang, dan tingkat Kelurahan adalah Ranting.

Tugas PPTI Pusat menyusun berbagai pedoman dan melakukan kerjasama jejaring di tingkat pusat, PPTI wilayah melaksanakan pedoman, jejaring di tingkat provinsi, melakukan pembinaan kepada pengurus cabang dan mengembangkan pengurus PPTI tingkat cabang di kabupaten/kota, PPTI cabang sebagai implementor / pelaksana, antara lain melakukan sosialisasi program dan kegiatan advokasi, pertemuan jejaring, merekrut dan melatih kader serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kader.

“ Sayangnya, Pengurus Wilayah PPTI Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini belum membentuk PPTI cabang di tingkat Kota maupun Kabupaten Kep. Seribu. Berkaitan dengan hal itu, Ibu Veronica Basuki T. Purnama selaku Ketua Kehormatan PPTI Wilayah Provinsi DKI Jakarta, berkenan untuk menginisiasi pembentukan PPTI cabang di DKI Jakarta.

Kami atas nama Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia, juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta yang telah bersedia untuk menjadi Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia Provinsi DKI Jakarta“, ujar Ny. Raisis Arifin Panigoro.

Bakti Sosial terselenggara atas kerjasama PPTI Pusat dengan Jajaran Pemda dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, Puskesmas Kecamatan Cengkareng memanfaatkan momentum ini dengan mengadakan pelayanan Posbindu berupa pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gejala TB serta konseling tentang HIV. Kegiatan ini merupakan program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati yang merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dengan tujuan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya.

Berita ini disiarkan oleh Badan Pengurus Pusat PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo.
Sekretaris Umum







































Hymne dan Mars PPTI

Hymne PPTI

Masyarakat berperan
menyehatkan rakyatnya
Dukunglah PPTI
Mitra pemerintah

    Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
    meningkatkan peran masyarakat
    berantas TBC
Kita galang upaya dan dana,
sembuhkanlah yang menderita.
Bantulah yang tak mampu berobat
nurani berperan.

    Kita mohon rahmat Nya
    Tuhan Yang Maha Esa
    Rakyat sehat bekerja,
    hidup tentram dan sejahtera.
Mars PPTI

Sukarelawan yang berperan
bantu Pemerintah
berupaya agar rakyatnya
sehat jiwa dan raganya.

    Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
    PPTI dan jajarannya berkarya mulia
    Kita ajak s'luruh rakyat ikut serta berantas TBC
    Didik penyuluh masa depan,
    majulah PPTI.
Pastikan TBC 'kan lenyap
dari Indonesia
Rakyat sehat, s'mangat bekerja
hidup bahagia.

Untuk download
1. Hymne PPTI klik disini
2. Mars PPTI klik disini

HALAL BIHALAL

Berita Pers
No. 06.06..2015


PPTI ADAKAN ACARA HALAL BIHALAL


Jakarta, 5 Agustus 2015.
Badan Pengurus Pusat PPTI pada tanggal 4 Agustus 2015 bertempat di Ruang Serbaguna, menyelenggarakan acara halal bihalal sebagai ajang bersilaturahmi untuk saling bermaaf-maafan. Acara dihadiri 80 orang terdiri dari Badan Pengawas, Badan Pengurus, Sekretariat PPTI Pusat, Dokter dan karyawan Klinik Jakarta Respiratory Center (JRC) PPTI, Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta, dokter dan karyawan Klinik Baladewa dan Muara Angke milik PPTI Wilayah DKI Jakarta.
Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan perkembangan kegiatan PPTI selama setahun terakhir. Dikatakan, pada awal tahun 2014, PPTI Pusat mengirim 4 buah abstract kegiatan PPTI Cabang Kota Cimahi Jawa Barat kepada panitia World Conference ke 45 untuk diseleksi. Dari 4 abstract tersebut, 3 berhasil diterima untuk dipresentasikan. Karena itu pada akhir Oktober – awal November 2014 beberapa orang anggota pengurus PPTI Pusat mengikuti World Conference ke 45 yang diselenggarakan oleh IUATLD di Barcelona Spanyol sekaligus mendampingi 2 orang Pengurus Cabang PPTI Kota Cimahi mempresentasikan upayanya selama ini melalui 2 buah presentasi poster dan 1 buah presentasi oral di ajang konferensi dunia tersebut.
Ketua Umum BPP-PPTI menambahkan, pada akhir 2014 s/d April 2015 jajaran PPTI Pusat mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Kerja (Konker) di Jakarta pada tanggal 20-22 Mei 2015. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya PPTI Pusat berupaya menyusun berbagai pedoman untuk didiskusikan dan disepakati dalam forum Konker tersebut. Pada hari terakhir Konker, para peserta yang merupakan perwakilan 12 pengurus dari 15 pengurus wilayah dan 50 pengurus dari 53 pengurus cabang yang tercatat saat ini telah menyepakati berbagai draft pedoman yaitu :

1.Renstra PPTI 2015 – 2019.
2.Pedoman Teknis Pengorganisasian (merupakan penyempurnaan dari edisi pertama).
3.Pedoman Diklat Kader.
4.Pedoman Penyuluhan.
5.Pedoman Baksos.
6.Pedoman Fund – Raising.

Dari enam draft tersebut, 3 diantaranya telah selesai disempurnakan, yaitu Renstra PPTI 2015-2019, Pedoman Teknis Pengorganisasian, dan Pedoman Diklat Kader, sedangkan 3 pedoman lainnya akan segera diselesaikan.
Menurut Ny. Arifin Panigoro, pada tahun 2015 PPTI Pusat karena satu dan lain hal tidak menghadiri World Conference yang ke 46, yang akan diselenggarakan di Afrika Selatan pada awal Desember 2015. “ Pada tahun 2016, PPTI Pusat akan menghadiri World Conference ke-47 dengan berupaya menyiapkan abstract untuk dikirim kepada panitia. Rencananya, PPTI Pusat akan mendorong Pengurus Cabang PPTI Depok dan Pengurus Wilayah PPTI Jawa Timur untuk menyiapkan abstractnya. Insya Allah mereka sanggup dan bersedia “, ujar Ketua Umum BPP-PPTI.
Ditambahkan, dengan dana bantuan GF, PPTI telah berhasil melatih secara intensif 169 kader aktif dari 12 Cabang PPTI sebagai Implementing Unit. Sebagai informasi, PPTI Pusat melatih 240 kader dari 12 PPTI Cabang, yaitu Kab. Buleleng, Kab. Karangasem, Kab. Malang, Kab.Gunung Kidul, Kota Semarang, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kab. Sambas, Kab. Kubu Raya, dan Kab. Batang Hari.
“ Tugas para kader adalah menengarai pasien terduga TB dan merujuk ke Puskesmas, mendampingi pengobatan pasien TB hasil rujukannya, serta memberi informasi pasien terduga TB tentang HIV/AIDS. Dengan demikian, para kader PPTI memberikan kontribusinya kepada masing-masing Dinas Kesehatan untuk menemukan kasus TB dan berupaya menekan kasus Drop Out, agar pasien TB tuntas berobat sampai sembuh sehingga tidak berpotensi menjadi MDR “, ujar Ny. Raisis.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


















KPAD Blitar Gandeng CEPAT-LKNU

KPAD Blitar Gandeng CEPAT-LKNU Sosialisasikan Penanggulangan TB-HIV

Sebagai tindak lanjut pembentukan Pokja TB-HIV Kabupaten Blitar, pada 2-3 Juli 2015, Komisi Penangulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Blitar mengundang Kader CEPAT-LKNU Blitar untuk mengikuti Sarasehan Layanan Komprehensif dan Berkesinambungan (LKB) program HIV/AIDS Kabupaten Blitar. Saresehan dilaksanakan selama dua hari ini dilaksanakan di Hotel Puri Perdana Blitar.
Hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Kuspardani dan Sekretaris 2 KPAD Kabupaten Blitar Arif Zamroni, SH. M.Hi, MM.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blitar mengajak kader CEPAT-LKNU yang selama ini sudah aktif melakukan edukasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi tentang Tuberkulosis (TB), nantinya juga memberikan informasi tentang HIV/AIDS.
" Kita ingin kader-kader CEPAT-LKNU bisa meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang proses penyebaran dan penularan HIV/AIDS, sebab Epidemi HIV menunjukkan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang berdampak pada meningkatnya jumlah kasus TB di masyarakat. Pandemi ini merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian TB dan banyak bukti menunjukkan bahwa pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV", tutur Pak Rijanto panggilan akrabnya .
" Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kerja keras dan kerja ikhlas Kader CEPAT-LKNU selama ini, atas nama Pemerintah Daerah saya selaku Wakil Bupati Blitar akan membelikan seragam batik untuk seluruh Kader CEPAT-LKNU yang berjumlah 117 Kader. Bahkan, tidak hanya seragam batik, agar pengetahuan dan ketrampilan Kader CEPAT-LKNU semakin meningkat, saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan Blitar untuk mengajak Kader CEPAT-LKNU melakukan studi banding penanggulangan TB-HIV di Yogyakarta", jelas Wakil Bupati yang disambut dengan tepuk tangan meriah peserta sarasehan yang semuanya Kader CEPAT-LKNU.
Dalam sarasehan yang dilaksanakan selama 2 hari dan diikuti perwakilan 90 orang Kader CEPAT-LKNU, hadir sebagai nara sumber Team Program HIV Dinkes Provinsi Jawa Timur dan KPA Provinsi Jawa Timur. Materi yang disampaikan antara lain, Peran Kader dalam Pengendalian HIV/AIDS dan intervensi perubahan perilaku.
Program pelatihan ini juga disambut antusias para peserta. Nur Azizah, salah satunya. Peserta dari kader CEPAT-LKNU Sanan Kulon ini mengaku senang bisa mengikuti program ini. Selain bisa menambah pengetahuan, juga sebagai bentuk respon kader-kader NU menyikapi persoalan kekinian yang terjadi.
"Saya senang dan jadi lebih tahu. Semoga ke depannya program seperti ini terus berlanjut supaya kita bisa membantu masyarakat yang terjangkit HIV/AIDS," ujar Nur Azizah.
Pada sesi penutupan, Sekretaris 2 KPAD Kabupaten Blitar Arif Zamroni, SH. M.Hi, MM. mengatakan bahwa sarasehan ini selain untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan Kader CEPAT-LKNU dalam penanggulangan HIV/AIDS di masing-masing wilayah, juga untuk membentuk dan memfasilitasi jejaring kerja serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung layanan komprehensif HIV/AIDS dan IMS sebagai tindak lanjut dari program kolaborasi TB-HIV. Usai upacara penutupan, Arif Zamroni, SH. M.Hi, MM. atas nama Wakil Bupati Blitar menyerahkan secara simbolik seragam batik untuk Kader CEPAT-LKNU.


Wakil Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto. MM memberikan pengarahan kepada Kader CEPAT-LKNU pada pembukaan Sarasehan Layanan Komprehensif dan Berkesinambungan program HIV/AIDS