Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

Peningkatan Kemandirian Perawatan Klien TB Paru

PENINGKATAN KEMANDIRIAN PERAWATAN KLIEN TB PARU MELALUI PEMBERDAYAAN DALAM KELOMPOK KELUARGA MANDIRI

Astuti Yuni Nursasi
Program Doktoral Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Kampus UI Depok Jawa Barat, 16424

Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit menular yang prevalensi kejadiannya tinggi di Indonesia.Kekurangan SDM terutama perawat menyebabkan perawat tidak dapat melakukan kunjungan rumah yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kemampuan klien TB dalam melakukan perawatan TB dan memberdayakan keluarga untuk dapat memberikan dukungan perawatan bagi klien TB. Selain itu adanya stigma terhadap klien TB menjadi persoalan yang dialamikoien TB.
Program ini merupakan salah satu inovasi dari intervensi keperawatan yang berbentuk pemberdayaan masyarakat melalui kelompok yang disebut Kerlompok Keluarga Mandiri (KKM). Kelompok ini terdiri dari klien atau terduga TB, keluarga atau pemberi asuhan,dan tokoh atau masyarakat lainnya.
Pelaksanaan kegiatan ini bermitra dengan Puskesmas Pancoran Mas dan Pekumpulan Pemberantasan TB Indonesia (PPTI) anak cabang Depok. Kemitraan ini membantu pelaksanaan program dalam mengumpulkan dan melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang menjadi target pelaksanaan program.
Metode yang diaplikasikan dalam program ini adalah kader menyampaikan informasi tentang TB bagi kelompok.Semua materi telah dirangkum dan disajikan dalam modul untuk kader dan anggota kelompok.Modul yang dikembangkan berdasarkan pada hasil identifikasi masalah dalam focus group discussion dengan tokoh masyarakat, kader dan klien TB sebelum program berjalan.Program ini diimplementasikan dua kali dalam sebulan selama 6 bulan.Saat ini telah terbentuk empat KKM dari empat RW yang berbedaTB dengan anggota kelompok 10-15 orang.
Implementasi program masih berjalan. Berdasarkan keterangan dari penanggung jawab TB di Puskesmas Pancoran Mas jumlah kunjungan suspek TB ke Puskesmas Pancoran Mas meningkat selama proses pelaksanaan program. Suspek bulan Mei-Juli 2014 sebanyak 163 orang dan yang terdiagnosis BTA positif sebanyak 30 klien TB. Sebelumnya kasus TB yang ditemukan hanya berjumlah 93 kasus pada tahun 2013.
Hal ini menunjukkan peningkatan penemuan insiden TB sebanyak 5% dalam satu trimester selama program KKM TB berjalan.Pelaksanan program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan TB sehingga semakin banyak warga yang memeriksakan kesehantannya jika merasakan tanda dan gejala sehingga kejadian TB dapat dideteksi lebih awal untuk menghindari keparahan penyakit dan mencegah penularan ke masyrakat lain.
Untuk selengkapnya bisa di download artikelnya disini
Sumber dari www.stoptbindonesia.org

Fisioterapi

FISIOTERAPI KLINIK JRC-PPTI

FISIOTERAPI adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, serta komunikasi.
PELAYANAN FISIOTERAPI meliputi tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada berbagai kasus penyakit /gangguan kesehatan seperti : gangguan otot dan sendi (musculoskeletal), gangguan saraf (neurologi), gangguan pernafasan dan paru, gangguan tulang (orthopaedic), pediatric dan geriatric, paska bedah/operasi, sport injury, dan program kebugaran fisik dan lainnya.
UNIT FISIOTERAPI KLINIK JRC-PPTI memberikan pelayanan fisioterapi dengan kualitas global yang berorientasi pada kebutuhan pasien serta menggunakan konsep fisioterapi terkini yang didukung oleh fisioterapis yang profesional, modalitas fisioterapi yang modern, peralatan latihan yang lengkap dan memadai, serta program terapi yang komprehensif dan edukatif dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
JENIS TINDAKAN FISIOTERAPI
1.Short/Micro Wave Diathermy
2.Ultra Sound
3.Inhalasi/Nebulizer/Chest Physiotherapy
4.TENS
5.Exercise Therapy
6.Faradisasi/Galvanicasi
7.Infra Red Radiation

Kegiatan PPTI

Berita Pers
No. 06.06.403.2014


PERKEMBANGAN KEGIATAN PPTI


Jakarta, 19 Agustus 2014.
Hari ini, 19 Agustus 2014 Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) menyelenggarakan acara halal bihalal sekaligus ajang bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Acara dihadiri 70 orang terdiri dari Badan Pengawas, Badan Pengurus, Sekretariat, Dokter dan karyawan Jakarta Respiratory Center (JRC) PPTI, Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta, dokter dan karyawan Klinik PPTI DKI Jakarta (Baladewa dan Muara Angke) serta kader PPTI Pusat.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro menyampaikan perkembangan kegiatan PPTI. Disebutkan, pada akhir Oktober – awal November 2013 beberapa orang anggota pengurus PPTI Pusat mengikuti World Conference ke 44 yang diselenggarakan oleh IUATLD di Paris Perancis. Kesempatan tersebut digunakan untuk mempelajari kemungkinan PPTI bisa berpartisipasi sebagai peserta yang mempresentasikan hasil kegiatannya pada World Conference ke 45 tahun 2014. Dalam kesempatan tersebut sekaligus membahas persiapan Pertemuan Stop TB Partnership yang ke II untuk kawasan Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur di Indonesia, karena PPTI adalah pendukung utama Forum Stop TB Partnership Indonesia.
Pada tanggal 3– 4 Maret 2014, Forum Stop TB Partnership Indonesia berhasil menyelenggarakan pertemuan tersebut yang dihadiri oleh 13 negara dari 14 negara yang diundang. Pada pertemuan tersebut telah menghasilkan rekomendasi sebagai berikut :
  1. Membentuk atau memperkuat struktur/perangkat/mitra/forum kemitraan di tingkat nasional dengan bantuan dari Global Stop TB Partnership dalam rangka untuk memastikan tindakan yang efektif, efisien dan struktur yang terlibat dalam pengendalian TB di masing-masing negara.
  2. Aktif melibatkan sektor swasta untuk berkontribusi secara substansial dalam mendukung pengendalian TB melalui berbagai mekanisme, advokasi, dukungan bisnis dan pendanaan.
  3. Memastikan lingkungan yang kondusif di tingkat nasional untuk program pengendalian TB, meliputi :
    • Adanya komitmen politik dengan diterbitkannya Keputusan Presiden atau Keputusan Tingkat Tinggi Pemerintahan sebagai landasan hukum/payung hukum bagi semua stake holder.
    • Menyusun dan melaksanakan peraturan bahwa TB merupakan penyakit yang wajib dilaporkan dengan cara :
    • - Advokasi dan mengembangkan lingkungan yang kondusif untuk pelaporan wajib TB;
      - Mengatur sistem informasi untuk mendukung pelaporan wajib TB;
      - Melakukan ujicoba dan penyempurnaan sistem informasi.
    • Membuat regulasi/peraturan untuk mengawasi penjualan obat anti TB.
Rekomendasi tersebut telah diserahkan oleh Bapak Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia kepada Dr. Lucica Ditiu, Executive Secretary of Global Stop TB Partnership untuk diedarkan kepada seluruh pimpinan negara di dunia untuk ditindaklanjuti, ujar Ketua Umum BPP-PPTI.
Ny. Raisis Arifin Panigoro menambahkan, usai kegiatan tersebut berbagai kegiatan baik dalam ruang lingkup FSTPI maupun PPTI yang dilakukan yaitu :
  1. Sebagai perserta simposium nasional dan pameran dalam peringatan World TB Day pada akhir Maret 2014.
  2. “Berjuang” untuk mengajukan proposal kepada Global Fund untuk fase 2 SSF/R10.
  3. Menyusun dan mengirim 4 buah abstrak hasil kegiatan PPTI Cabang Cimahi, Jawa Barat kepada Panitia Penyelenggara World Conference ke 45 yang akan diselenggarakan oleh IUATLD di Barcelona Spanyol pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2014.
Dari 4 abstrak yang dikirimkan 3 diantaranya berhasil lolos seleksi dan akan dibahas dalam World Conference ke 45 tahun 2014.
Selanjutnya ditegaskan, proposal PPTI Pusat yang merupakan revisi ke II baru saja disetujui oleh Global Fund pada awal Agustus 2014, dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sampai dengan akhir Juni 2016. Berkaitan dengan hal itu, PPTI Pusat baru saja menyelenggarakan pembekalan bagi anggota pengurus untuk “menghasilkan” beberapa orang narasumber dari PPTI Pusat yang menguasai materi-materi penting tentang PPTI, tentang FSTPI, tentang Program TB Nasional beserta perkembangannya, dan tentang “Project” Global Fund. Untuk itu masih akan diadakan lagi satu tahap kegiatan yaitu tes presentasi yang akan diadakan pada tanggal 26 Agusutus 2014.
Selain itu, untuk kegiatan Bhakti Sosial yang merupakan agenda tetap PPTI Pusat akan diadakan tahun ini. “Dalam 4 bulan ke depan, bidang-bidang diminta segera menyusun rencana kerja masing-masing untuk tahun 2014 dan sekaligus untuk tahun 2015.
Menutup sambutannya, Ketua Umum BPP-PPTI menyatakan pada bulan Mei 2015 akan diselanggarakan Konferensi Kerja di Jakarta yang akan dihadiri oleh Pengurus-Pengurus Wilayah PPTI sebagai evaluasi atas berbagai pedoman dan kegiatan PPTI, dan merupakan persiapan menuju Kongres ke X pada tahun 2017.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.


Ny. Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum BPP-PPTI sedang bersalaman dengan Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI pada acara Halal Bihalal yang bertempat di Gedung PPTI lt.3 Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A.




Ny. Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum BPP-PPTI sedang bersalaman dengan kader PPTI pada acara Halal Bihalal yang bertempat di Gedung PPTI lt.3 Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A.


Lowongan Pekerjaan Klinik JRC-PPTI

Klinik JRC-PPTI Membuka Lowongan


Dibutuhan segera:
1. Dokter Umum jaga malam UGD (2 orang)
2. Tenaga Perawat (2 orang)
3. Assisten Apoteker (1 orang)
Peminat datang langsung wawancara dengan membawa dokumen lamaran ke
Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Kebayoran Lama Jakarta Selatan
Setiap hari Senin - Jumat jam 09.00 - 13.00