Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

Kegiatan PPTI

Berita Pers
No. 06.06.403.2014


PERKEMBANGAN KEGIATAN PPTI


Jakarta, 19 Agustus 2014.
Hari ini, 19 Agustus 2014 Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) menyelenggarakan acara halal bihalal sekaligus ajang bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Acara dihadiri 70 orang terdiri dari Badan Pengawas, Badan Pengurus, Sekretariat, Dokter dan karyawan Jakarta Respiratory Center (JRC) PPTI, Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta, dokter dan karyawan Klinik PPTI DKI Jakarta (Baladewa dan Muara Angke) serta kader PPTI Pusat.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro menyampaikan perkembangan kegiatan PPTI. Disebutkan, pada akhir Oktober – awal November 2013 beberapa orang anggota pengurus PPTI Pusat mengikuti World Conference ke 44 yang diselenggarakan oleh IUATLD di Paris Perancis. Kesempatan tersebut digunakan untuk mempelajari kemungkinan PPTI bisa berpartisipasi sebagai peserta yang mempresentasikan hasil kegiatannya pada World Conference ke 45 tahun 2014. Dalam kesempatan tersebut sekaligus membahas persiapan Pertemuan Stop TB Partnership yang ke II untuk kawasan Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur di Indonesia, karena PPTI adalah pendukung utama Forum Stop TB Partnership Indonesia.
Pada tanggal 3– 4 Maret 2014, Forum Stop TB Partnership Indonesia berhasil menyelenggarakan pertemuan tersebut yang dihadiri oleh 13 negara dari 14 negara yang diundang. Pada pertemuan tersebut telah menghasilkan rekomendasi sebagai berikut :
  1. Membentuk atau memperkuat struktur/perangkat/mitra/forum kemitraan di tingkat nasional dengan bantuan dari Global Stop TB Partnership dalam rangka untuk memastikan tindakan yang efektif, efisien dan struktur yang terlibat dalam pengendalian TB di masing-masing negara.
  2. Aktif melibatkan sektor swasta untuk berkontribusi secara substansial dalam mendukung pengendalian TB melalui berbagai mekanisme, advokasi, dukungan bisnis dan pendanaan.
  3. Memastikan lingkungan yang kondusif di tingkat nasional untuk program pengendalian TB, meliputi :
    • Adanya komitmen politik dengan diterbitkannya Keputusan Presiden atau Keputusan Tingkat Tinggi Pemerintahan sebagai landasan hukum/payung hukum bagi semua stake holder.
    • Menyusun dan melaksanakan peraturan bahwa TB merupakan penyakit yang wajib dilaporkan dengan cara :
    • - Advokasi dan mengembangkan lingkungan yang kondusif untuk pelaporan wajib TB;
      - Mengatur sistem informasi untuk mendukung pelaporan wajib TB;
      - Melakukan ujicoba dan penyempurnaan sistem informasi.
    • Membuat regulasi/peraturan untuk mengawasi penjualan obat anti TB.
Rekomendasi tersebut telah diserahkan oleh Bapak Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia kepada Dr. Lucica Ditiu, Executive Secretary of Global Stop TB Partnership untuk diedarkan kepada seluruh pimpinan negara di dunia untuk ditindaklanjuti, ujar Ketua Umum BPP-PPTI.
Ny. Raisis Arifin Panigoro menambahkan, usai kegiatan tersebut berbagai kegiatan baik dalam ruang lingkup FSTPI maupun PPTI yang dilakukan yaitu :
  1. Sebagai perserta simposium nasional dan pameran dalam peringatan World TB Day pada akhir Maret 2014.
  2. “Berjuang” untuk mengajukan proposal kepada Global Fund untuk fase 2 SSF/R10.
  3. Menyusun dan mengirim 4 buah abstrak hasil kegiatan PPTI Cabang Cimahi, Jawa Barat kepada Panitia Penyelenggara World Conference ke 45 yang akan diselenggarakan oleh IUATLD di Barcelona Spanyol pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2014.
Dari 4 abstrak yang dikirimkan 3 diantaranya berhasil lolos seleksi dan akan dibahas dalam World Conference ke 45 tahun 2014.
Selanjutnya ditegaskan, proposal PPTI Pusat yang merupakan revisi ke II baru saja disetujui oleh Global Fund pada awal Agustus 2014, dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sampai dengan akhir Juni 2016. Berkaitan dengan hal itu, PPTI Pusat baru saja menyelenggarakan pembekalan bagi anggota pengurus untuk “menghasilkan” beberapa orang narasumber dari PPTI Pusat yang menguasai materi-materi penting tentang PPTI, tentang FSTPI, tentang Program TB Nasional beserta perkembangannya, dan tentang “Project” Global Fund. Untuk itu masih akan diadakan lagi satu tahap kegiatan yaitu tes presentasi yang akan diadakan pada tanggal 26 Agusutus 2014.
Selain itu, untuk kegiatan Bhakti Sosial yang merupakan agenda tetap PPTI Pusat akan diadakan tahun ini. “Dalam 4 bulan ke depan, bidang-bidang diminta segera menyusun rencana kerja masing-masing untuk tahun 2014 dan sekaligus untuk tahun 2015.
Menutup sambutannya, Ketua Umum BPP-PPTI menyatakan pada bulan Mei 2015 akan diselanggarakan Konferensi Kerja di Jakarta yang akan dihadiri oleh Pengurus-Pengurus Wilayah PPTI sebagai evaluasi atas berbagai pedoman dan kegiatan PPTI, dan merupakan persiapan menuju Kongres ke X pada tahun 2017.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.


Ny. Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum BPP-PPTI sedang bersalaman dengan Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI pada acara Halal Bihalal yang bertempat di Gedung PPTI lt.3 Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A.




Ny. Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum BPP-PPTI sedang bersalaman dengan kader PPTI pada acara Halal Bihalal yang bertempat di Gedung PPTI lt.3 Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A.


Lowongan Pekerjaan Klinik JRC-PPTI

Klinik JRC-PPTI Membuka Lowongan


Dibutuhan segera:
1. Dokter Umum jaga malam UGD (2 orang)
2. Tenaga Perawat (2 orang)
3. Assisten Apoteker (1 orang)
Peminat datang langsung wawancara dengan membawa dokumen lamaran ke
Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Kebayoran Lama Jakarta Selatan
Setiap hari Senin - Jumat jam 09.00 - 13.00

Lowongan Pekerjaan

DIBUKA LOWONGAN PEKERJAAN


Dibutuhan segera: Staf Monitoring dan Evaluasi (M&E) dengan persyaratan:

1.S1
2.Umur maksimal 35 tahun
3.Dapat berbahasa Inggris dengan baik lisan dan tulisan
4.Mampu mengoperasikan Program Komputer ( microsoft office )
5.Berpengalaman dalam Monitoring dan Evaluasi

Lamaran ditujukan kepada:
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI
Jl.Sultan Iskandar Muda No.66A
Kebayoran Lama Utara
Jakarta Selatan 12240

Lamaran dapat dikirim melalui e-mail: ppti66@yahoo.com atau fax 021-7397494.

Murid SD Sumbang PPTI

Berita Pers
No. 06.06.241.2014


MATHIEW BUDI SETIAWAN, MURID KELAS VI SD PELITA HARAPAN SUMBANG PPTI


Jakarta, 20 Mei 2014.
Hari ini, tanggal 20 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-46 Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Mathiew Budi Setiawan murid Kelas VI Sekolah Dasar Pelita Harapan Jakarta menyerahkan sumbangan uang sebesar dua puluh juta lima ratus ribu rupiah (Rp. 20.500.000,-), untuk membantu pasien TB tidak mampu yang dilayani di Klinik Jakarta Respiratory Centre (JRC-PPTI) Jakarta.
Sumbangan diserahkan langsung Methiew Budi Setiawan kepada Drg. Mariani Reksoprodjo, Sekretaris Umum Badan Pengurus Pusat PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS, Pimpinan Klinik JRC-PPTI dengan disaksikan Ir. Wong Budi Setiawan, MM ayah dari Mathiew Budi Setiawan di Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 66 A Jakarta Selatan.
Menurut Mathiew Budi Setiawan, sumbangan tersebut ia kumpulkan bersama beberapa teman dan beberapa orang tua murid di sekolahnya yang peduli terhadap penderita TB yang tidak mampu.
Dalam kesempatan tersebut Drg. Mariani Reksoprodjo menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas upaya yang dilakukan Mathiew dan beberapa teman serta beberapa orang tua di SD Pelita Harapan Jakarta. Semoga kepedulian terhadap pasien TB tidak mampu yang dilakukan Mathiew dan kawan-kawan menjadi contoh tumbuhnya kesadaran masyarakat bergotong royong meringankan beban penderitaan orang lain.
Sebagaimana diketahui Klinik JRC-PPTI setiap tahunnya melayani sekitar 600 pasien tidak mampu. Obat Anti TB (OAT) memang disediakan oleh pemerintah secara gratis. Namun biaya konsultasi dokter, pemeriksaan dahak, pemeriksaan rontgen, vitamin dan obat-obat untuk mengatasi efek samping OAT, biaya transport pasien untuk mengambil obat maupun Mantoux test (salah satu cara menegakkan diagnosis TB pada anak) tetap menjadi beban pasien. Itu sebabnya pasien TB yang tidak mampu memerlukan uluran tangan dari berbagai pihak baik perusahaan maupun perorangan.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan didampingi ayahnya Ir. Wong Budi Setawan. MM diterima Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS diruang kerja pimpinan Klinik JRC-PPTI tanggal 20 Mei 2014 dalam rangka menyerahkan sumbangan sebesar Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah untuk membantu pasien TB yang tidak mampu yang dilayani di Klinik JRC-PPTI.




Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan Menyerahkan sumbangan berupa uang Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah dan diterima oleh Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS diruang kerja pimpinan Klinik JRC-PPTI tanggal 20 Mei 2014.




Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan didampingi ayahnya Ir. Wong Budi Setawan. MM sedang melihat-lihat Klinik JRC-PPTI bersama dengan Drg. Mariani Reksoprodjo Sekum BPP-PPTI dan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS pimpinan Klinik JRC-PPTI.



Mathiew Budi Setiawan, murid kelas VI SD Pelita Harapan sedang melihat gudang OAT di Klinik JRC-PPTI bersama dengan Dr. M.C. Joyce Tumbelaka, MARS Pimpinan Klinik JRC-PPTI.