Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

Video : Penganugerahan Komunitas TB

Malam Penganugerahan Komunitas TB

Kegiatan ini diadakan oleh Aisyiyah dan partners, Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasikan kegiatan yang dilakukan komunitas TB selama ini.


 

Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dengan Kader PMO Se Kaltim

Berita Pers
No.06.06.519.2013

SOSIALISASI DAN SILATURAHMI PENGURUS PPTI DENGAN KADER PMO SE KALTIM

Jakarta, 21 Oktober 2013.

Untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman tentang penanggulangan tuberkulosis (TB) bagi para kader pengawas menelan obat (PMO) Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) se Kalimantan Timur dilakukan sosialisasi dan silaturahmi dengan Pengurus PPTI Wilayah dan Pengurus PPTI Pusat.
Silaturahmi dihadiri sekitar 250 Kader PMO dari5Cabang PPTI yaitu Kutai Timur, Balikpapan, Samarinda, Panajam Paser Utara(Provinsi Kaltim) dan Bulungan (sekarang Provinsi Kalimantan Utara), Pengurus Wilayah PPTI Kalltim dan beberapa Pengurus PPTI Pusat.Silaturahmi berlangsung tanggal 19 Oktober 2013 di Kantor Gubernur Kaltim, Jl. Gajah Mada Samarinda, dihadiri Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI dan Ny. Awang Faroeq,Ketua Pengurus Wilayah PPTI Kalimantan Timur.
Materi Sosialisasi berupa paparan, peragaan penyuluhan oleh kader PMO dan diskusi.Paparan tentang Peran PPTI dalam penanggulangan TB di Indonesia disampaikan dr. Henry Diatmo dari PPTI Pusat, Penanggulangan TB dan peran kader oleh dr. Donny Irfandi, Sp.Pdari PPTI Wilayah Kaltim dan Kegiatan PPTI Kota Samarinda disampaikan dr. Rahimah, M.Kes, Sekretaris Pengurus Cabang PPTI Samarinda.
Pada kesempatan tersebut juga diperagakan kemampuan kader PMO melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui gerak dan lagu. Lagu yang dipakai untuk penyuluhan adalah lagu yang popular seperti Pengumuman dari Grup Band Wali, Tak Ada Manusia Yang Sempurna dari The Massive, Tanjung Perak dari Moes Moeljadi, Nasib Bujangan dari Koes Ploes dengan lirik yang dibuat sendiri tentang peran kader PMO, mengenali gejala TB, ajakan memeriksakan ke sarana pelayanan kesehatan, ajakan berobat sampai tuntas karena obatnya disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Ny. Raisis Arifin Panigoro dalam sambutannya menyatakan pengendalian tuberkulosis memerlukan upaya terpadu dan sistematis baik oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah maupun kekuatan elemen sosial kemasyarakatan,termasuk salah satunya adalah PPTI yang selama 45 tahun telah membantu pemerintah dalam penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Ditambahkan, salah satu tugas pokok PPTI adalah penyuluhanya itu usaha untuk mengubah perilaku dan sekaligus memobilisasi masyarakat dalam penanggulangan tuberkulosis.“Penyuluhan merupakan upaya pencegahan, agar yang sehat makin sehat, yang sehat tidak tertular TB, yang sakit dapat berobat tuntas sehingga yang sakit tidak menularkan kepada masyarakat atau orang-orang disekitarnya”, ujarNy. Raisis.
MenurutNy. Raisis, di “garis depan” penyuluhan dilakukan utamanya oleh Kader PKK sekaligus merupakan Kader PPTI yang dibekali pengetahuan tentang TB.Karenaitu sejak tahun 1984 sudah terjalin kerjasama antara PKK dengan PPTI yang dikukuhkan dengan Piagam Kerjasama antara Departemen Dalam Negeri cq Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat dengan Pengurus PusatPerkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia yang ditandatangani pada bulan Agustus 1984 oleh Dirjen Pembangunan Desa Drs.H.Adnan Widodo, SMD, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Ny. Kardinah Soepardjo Roestam dan Ketua Umum PPTI Ny. Hj.Rusiah Sardjono, SH.
Selanjutnya Nota Kesepakatan Kerjasama dilanjutkan dan ditanda tangani oleh Ny. Ratih Siswono Yudo Husodo,SH selaku Ketua Umum PPTI masabakti 2007-2012 dan oleh Ny. Hj.Vita Gamawan Fauzi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Pusat pada tanggal 4 Maret 2011 dan masih berlaku sampai saat ini.
Dalam Nota Kesepakatan, disebutkan kegiatan dalam upaya pengendalian tuberkulosis antara lain:

  1. Melakukan advokasi kepada pemangku kebijakan baik tingkat Pusat dan Daerah secara bersama-sama.
  2. Memberi pengetahuan dan informasi yang benar kepada masyarakat tentang penyakit tuberkulosis
  3. Mengadakan pelatihan bagi kader PKK tentang tuberkulosis
  4. Menggerakkan masyarakat melalui kader PKK untuk meningkatkan penemuan suspek tuberkulosis dan merujuk ke Unit Pelayanan Kesehatan.
  5. Melakukan pengawasan dan pemantauan menelan obat bagi pasien tuberkulosis.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum BPP-PPTI mengharapkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memberikan dukungan dan arahan kepada jajaran Pengurus Wilayah PPTI Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com
                                                                        Badan Pengurus Pusat PPTI                                                                         Drg. Mariani Reksoprodjo                                                                                                              Sekretaris Umum


Ny.Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI didampingi Ny.Yanti Budhisantoso, Ketua I BPP-PPTI, Drg.Mariani Reksoprodjo, Sekum BPP-PPTI dan Pengurus lainya beraudensi dengan Ketua Pengurus Wilayah PPTI Kalimantan Timur bertempat di rumah Jabatan Gubernur Kaltim tgl.18 Oktober 2013

Dari kiri ke kanan : Dr. Henry Diatmo, PPTI Pusat, Dr. Donny Irfandi, Sp.P, PPTI Wilayah Kaltim, Dr. Rahimah, M.Kes, PPTI Cabang Kota Samarinda, Drs.H.Abdul Syahran,M.Kes, PPTI Wilayah Kaltim sebagaiNy. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI (tengah) sedang memberikan arahan pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan Kader PMO se Kalimantan Timur bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jl. Gajah Mada, Samarinda tgl.19 Oktober 2013

Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI (tengah) sedang memberikan arahan pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan Kader PMO se Kalimantan Timur bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jl. Gajah Mada, Samarinda tgl.19 Oktober 2013

Ny.Awang Faroek, Ketua Pengurus Wilayah PPTI Kaltim menyerahkan bingkisan kepada para Pengurus Cabang PPTI Kutim, Balikpapan, Samarinda dan Panajam Paser Utara pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan Kader PMO se Kalimantan Timur bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jl. Gajah Mada, Samarinda tgl.19 Oktober 2013

Ny.Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI menerima kenang-kenangan berupa Plakat Kota Samarinda dari Pengurus Cabang Kota Samarinda pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Ny.Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI menerima kenang-kenangan berupa souvenir khas Kaltim pada acara Sosialisasi dan SilaturahmiPlakat Kota Samarinda dari Pengurus Cabang Kota Samarinda pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi gerak dan lagu Kader PMO PPTI dari Kota Samarinda dalam melakukan penyuluhan TB kepada masyarakat pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi Penyuluhan TB oleh Kader PMO PPTI Kab. Panajem Paser Utara pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi gerak dan lagu Kader PMO PPTI dari Kota Balikpapan dalam melakukan penyuluhan TB kepada masyarakat pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi gerak dan lagu Kader PMO PPTI dari Kota Balikpapan dalam melakukan penyuluhan TB kepada masyarakat pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi gerak dan lagu Kader PMO PPTI dari Kutai Timur dalam melakukan penyuluhan TB kepada masyarakat pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Simulasi gerak dan lagu Kader PMO PPTI dari Kota Balikpapan dalam melakukan penyuluhan TB kepada masyarakat pada acara Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Peserta Sosialisasi dan Silaturahmi Pengurus PPTI dan Kader PMO se Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jl. Gajah Mada, Samarinda tgl.19 Oktober 2013.

Inilah lagu-lagu penyuluhan kader PMO Balikpapan
Lagu I (Wali)
Apa salahku apa salah diriku
Kok batuk nggak sembuh sembuh
Badan kurus kering
Napsu makan tak ada
    Tidur pun aku tak nyenyak
    Dadaku………terasa nyeri
    Oh Tuhan……tolonglah diriku
    Tidur pun aku tak nyenyak
    Dadaku………terasa nyeri
    Oh Tuhan……tolonglah diriku
Ref :
    Ibu-Ibu, Bapak-Bapak
    Yang batuknya tiga minggu segeralah
    Pergi berobat
    Periksakan dahak…………. karena batukmu
    Yang Gak Sembuh Sembuh
    Pengumuman pengumuman
    Yang batuknya tiga minggu segeralah
    Pergi berobat
    Periksakan dahak karena batukmu
    Yang nggak sembuh sembuh
Lagu ke 2 (D’Masiv)
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Sgala yang yelah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Serahkan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff I:
    Syukuri apa yang ada
    Hidup adalah anugerah
    Tetap jalani hidup ini
    Melakukan yang terbaik
    Tak ada manusia
    Yang terlahir sempurna
    Jangan kau sesali
    Segala yang telah terjadi
    Reff II:
      Tuhan pastikan menunjukkan
      Kebesaran dan kuasa-Nya
      Bagi hamba-Nya yang sabar
      Dan tak kenal putus asa
Lagu 3 (Moes Moelyadi)
Kalau kau sakit TB periksalah ……………. Ayo
Kalau kau sakit TB berobatlah …………….Ayo
Minum obat teratur
Jangan putus minum obat
Sakit Tb pasti sembuh
    Obat TB itu gratis adanya………..Oye
    Pemerintah sarana penyedianya………Yes yes
    Ayo kita semua
    Brantas penyakit TB
    Ayo semua brantas TB
Lagu ke 4 (Koes Ploes)
Begini nasib kader PMO
Kemana mana mencari Suspek
Tiada hatiku mengeluh
Reff I :

    Panas hujan, siang malam
    Bukan halangan O………..
    Naik gunung, turun gunung
    Tak kenal lelah
    Apa susahnya menelan obat
    Meskipun banyak secara rutin
    Yakinlah kamu pasti Sembuh
    Reff II:
      Kami yakin, kami pasti
      Kami bangga O………….
      Jadi kader PPTI Balikpapan



JRC-PPTI adakan penyuluhan kepada Kader PMO

Berita Pers
No.06.06.488.A.2013

JRC-PPTI ADAKAN PENYULUHAN KEPADA KADER PMO

Jakarta, 1 Oktober 2013.

Selain berfungsi sebagai pusat pelayanan penyakit paru dan pernapasan, Pusat Pelayanan Penyakit Paru dan Pernapasan (Jakarta Respiratory Centre) PPTI juga menjalankan kegiatan penyuluhan kepada pasien dan keluarganya maupun kader pengawas menelan obat (PMO).Penyuluhan dimaksudkan agar para pasien, keluarga pasien dan PMO memahami bahwa penyakit TB adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan asalkan berobat secara teratur sampai tuntas minimal 6 bulan.Karena lamanya pengobatan penyakit TB, maka diperlukan PMO agar pasien patuh berobat sampai sembuh.
Berkaitan dengan hal itu, JRC-PPTI melakukan penyuluhan secara rutin setiap 3 bulan sekali.Penyuluhan yang diadakan tanggal 30 September 2013 di diikuti 150 peserta bertempat di Aula Serbaguna Kantor PPTI Pusat, Jl. Sultan Iskandar Muda 66 A Jakarta Selatan.Nara sumber pada acara tersebut adalah Dr. Temmasonge R.Pakki, Sp.P salah seorang dokter ahli paru JRC-PPTI dan sekarang menjabat Direktur Utama RS Paru Rotinsulu Bandung tentang Tuberkulosis dan Dr. Henry Diatmo, Ketua Badan Pelaksana BPP-PPTItentang TB HIV.
Menurut dr. Temmasonge, penyakit tuberkulosis (TB) dahulu disebut TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosisa taubaksil TB. Kuman ataubaksil TB dapat menyerang organ paru dan organ tubuh lainnya.Oleh karena itu penyakit TB ada 2 jenis yaitu TB Paru dan TB Ekstra Paru.“TB adalah penyakit menular, bukan penyakit keturunan atau penyakit karena kutukan atau guna – guna”, ujar spesialis paru yang biasa dipanggil dr. Onge.
TB paru,mudah menular dan merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Sedangkan TB Ekstra Paru menyerang organ lainnya seperti tulang,otak,ginjal,laring,kulit,usus,dan lain-lain, tambah dr. Onge
Menurut dr. Onge, tanda-tanda penyakit TB terdiri gejala respiratori, yaitu batuk lebih 2 minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Gejala sistemik yaitu demam, malaise, keringat malam, anoreksia dan berat badan menurun. Sedangkan gejala tuberkulosis ekstra paru tergantung dari organ yang terkena.
Untuk memastikan seseorang menderita TB, terduga (tersangka TB yaitu orang-orang yang memiliki gejala-gejala tersebut) dilakukan dilakukan pemeriksaan sebanyak 3 kali memakai mikroskop dengan sistem SPS ( sewaktu-pagi-sewaktu ). Sewaktu(S): dahak diperiksa saat pertama kali datang kelaboratorium (hari I).Pagi (P): dahak pagi hari keesokan harinya sehabis bangun tidur (hariII). Sewaktu (S): diminta lagi mengeluarkan dahak yang terakhir di laboratorium (hari II). Bila hasilnya positif disebut BTA positif atau TB menular.
Pengobatan TB harus dilakukan secara tepat dan teratur baik di Puskemas,rumah sakit,klinik, praktek dokter umum atau dokter spesialis. Lama pengobatan antara 6 bulan-12 bulan atau lebih sesuai saran dokter, yaitu fase intensif (2 atau 3 bulan pertama) dan fase lanjutan (3 atau 4 bulan berikutnya). Pengobatan harus diberikan secara teratur dan terkendali agar tidak terjadi kebal OAT, karena kegagalan pengobatan sesuai petunjuk dokterakan membuat sulit dan mahal. Obat yang harus diminum adalah OAT (Obat Anti TB).
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com
                                                                        Badan Pengurus Pusat PPTI                                                                         Drg. Mariani Reksoprodjo                                                                                                              Sekretaris Umum


            Gambar I : Peserta sedang mendengarkan penyuluhan tentang TB oleh             Dr.Temmasonge Radi Pakki,Sp.P di Ruang Serba Guna BPP-PPTI, tgl. 30             September 2013.

            Gambar II : Peserta Penyuluhan sedang bertanya kepada narasumber, pada             penyuluhan tentang TB kepada Pasien TB Klinik dan PMO (Pengawas             Menelan Minum Obat) di Ruang Serba guna BPP-PPTI, tgl.30 September             2013

            Gambar III : Dr. Temmasonge Radi Pakki, Sp.P sedang memberikan             penyuluhan tentang TB kepada Pasien TB Klinik JRC-PPTI dan PMO             (Pengawas Menelan Obat) di Ruang Serba Guna BPP-PPTI, tgl.30             September 2013

            Gambar IV : Dr. Henry Diatmo sedang memberikan penyuluhan tentang             TB-HIV kepada Pasien TB Klinik JRC-PPTI dan PMO (Pengawas Menelan             Obat) di Ruang Serba guna BPP-PPTI, tgl.30 September 2013

Pengurus PPTI Wilayah DKI Jakarta di Lantik

Berita Pers
No.06.06.490.2013

PENGURUS PPTI WILAYAH DKI JAKARTA DILANTIK

Jakarta, 1 Oktober 2013.

Tujuan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) adalah turut mewujudkan masyarakat sehat sejahtera dan tuberkulosis (TB) tidak lagi menjadi masalah kesehatan di Indonesia.Untuk mencapai hal itu, tugas pokoknya adalah melaksanakan penyuluhan, yang pada gilirannya dapat menemukan kasus (case finding) dan pendampingan pasien TB yang sedang berobat (case holding)agar tidak drop out atau putus berobat serta mengupayakan santunan kepada pasien TB yang kurang mampu.
Hal itu disampaikan Ibu Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) PPTI ketika melantik Pengurus PPTI Wilayah DKI Jakarta masabakti 2012-2017 di Ruang SerbaGuna Kantor Pusat PPTI Jakarta tanggal 26 September 2013.Dalam acara tersebut hadir Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Basuki Tjahaya Purnama masing-masing selaku Ketua dan Wakil Ketua Kehormatan PPTI Wilayah DKI Jakarta.
Menurut Ny. Raisis, penyuluhan merupakan usaha untuk mengubah perilaku dan sekaligus memobilisasi masyarakat dalam penanggulangan TB. Di “garis depan” penyuluhan dilakukan oleh Kader PKK yang dibekali pengetahuan tentang TB.Berkaitan dengan hal ini, sejak tahun 1984 sudah dijalin kerjasama antara PKK dan PPTI yang dikukuhkan dengan Piagam Kerjasama antara Departemen Dalam Negeri cq Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat dengan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
Ditambahkan, dalam Nota Kesepakatan tersebut telah ditentukan kegiatan dalam upaya pengendalian TB meliputi :

  1. Melakukan advokasi kepada pemangku kebijakan baik tingkat Pusat dan Daerah secara bersama-sama.
  2. Memberi pengetahuan dan informasi yang benar kepada masyarakat tentang penyakit TB
  3. Mengadakan pelatihan bagi kader PKK tentang TB
  4. Menggerakkan masyarakat melalui kader PKK untuk meningkatkan penemuan suspek TB dan merujuk ke Unit Pelayanan Kesehatan.
  5. Melakukan pengawasan dan pemantauan minum / menelan obat bagi pasien TB.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum BPP-PPTI mengharapkan Ibu Iriana Joko Widodo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta menerima Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta untuk bekerja sama dalam pengendalian TB khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Di samping itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta beserta jajarannya juga diharapkan dapat membimbing Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta agar dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,sehingga dapat membantu Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam penanggulangan TB.
“Kepada seluruh Pengurus Wilayah PPTI DKI Jakarta masa bakti 2012-2017 saya atas nama seluruh Pengurus Pusat PPTI menyampaikan selamat bekerja, semoga upaya akselerasi pengendalian penyakit TB di DKI Jakarta dapat segera terwujud. Menjadi Pengurus PPTI adalah suatu pengabdian dan sekaligus memberi peluang bagi kita masing-masing untuk beramal dengan memberikan manfaat kepada masyarakat luas yang kebetulan kurang beruntung.Seperti dalam pepatah :Yangterbaikdiantarakamuadalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, ujar Ibu Raisis.(Nama Pengurus dapat dilihat di box)
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com
                                                                        Badan Pengurus Pusat PPTI                                                                         Drg. Mariani Reksoprodjo                                                                                                              Sekretaris Umum


            Gambar I : Ny.Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum BPP-PPTI sedang             memberikan sambutan dan di dampingi oleh Ibu Iriana Joko Widodo Ketua             Kehormatan PPTI Wilayah DKI Jakarta(Kiri) dan Ibu Basuki Tjahaya             Purnama Wakil Ketua Kehormatan PPTI Wilayah DKI Jakarta(Kanan).

            Gambar II : Foto bersama Ny. Raisis Arifin Panigoro Ketua Umum             BPP-PPTI, Ny. Ratih Siswono Yudo Husodo, SH Ketua Badan Pengawas             PPTI Pusat dengan Pengurus PPTI Wilayah DKI Jakarta.

            Gambar III : Peserta Pelantikan Pengurus PPTI Wilayah DKI Jakarta