Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2011

Kegiatan Baksi Sosial PPTI di Cirebon, 2011.

Audensi PPTI dengan Mendagri

Ketua Umum PPTI melakukan audensi kepada Mendagri, 2010.

Acara TB Day 2010

Pembukaan Acara TB Day 2010 di Jakarta, Ketua Umum PPTI-Menkes-Menkokesra.

PPTI Hasilkan Kesepakatan

KONKER PPTI HASILKAN KESEPAKATAN


Berita Pers
No. 06.06.325.2015

Jakarta, 25 Mei 2015.
Konferensi Kerja PPTI yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti 106 peserta dari Pengurus PPTI Pusat, Pengurus PPTI Wilayah dan Cabang, tanggal 22 Mei 2015 secara resmi ditutup Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro.
Dalam Konker telah dipaparkan dan dibahas berbagai kebijakan organisasi dan berbagai pedoman yang akan dijadikan rujukan Pengurus PPTI di setiap tingkatan.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Isman Rahmadi, M.Med.OM, Ketua Pengurus Wilayah PPTI Kalimantan Barat mewakili peserta menyerahkan Kesepakatan Konker kepada Ny. Raisis Arifin Panigoro.
“ Peserta Konferensi Kerja Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia SEPAKAT dan SETUJU dengan POKOK-POKOK PIKIRAN yang telah dipaparkan oleh jajaran Pengurus Pusat PPTI setelah dilakukan diskusi dengan wakil dari Pengurus Wilayah dan wakil dari Pengurus Cabang PPTI”, ujar Dr. Isman.
Diharapkan Badan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia segera menyelesaikan dan menyempurnakan redaksional Pokok-Pokok Pikiran tersebut menjadi buku Pedoman.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Dr. Isman Rahmadi Ketua Pengurus Wilayah PPTI Kalimantan Barat (mewakili peserta) menyerahkan hasil kesepakatan Konker PPTI tahun 2015 kepada Ketua Umum BPP-PPTI di Hotel Acacia, 22 Mei 2015.

PPTI PERLU INISIASI PEMBENTUKAN FSTPI

PPTI PERLU INISIASI PEMBENTUKAN
FORUM STOP TB DI WILAYAHNYA


Berita Pers
No. No. 06.06.308.2015

Jakarta, 20 Mei 2015.
Berdasarkan hasil survey prevalens TB yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2014, beban penyakit tuberkulosis di Indonesia menjadi semakin berat. Diperkirakan terdapat 1.000.000 juta kasus TB-baru per tahun dengan jumlah kematian karena TB sebesar 100.000 orang per tahun.
Hasil survey tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke 2 di dunia setelah India dalam jumlah kasus TB. Diperkirakan kasus yang tidak terlaporkan atau kasusnya belum ditemukan sebesar 60 %.
Hal itu ditegaskan Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro pada pembukaan Konferensi Kerja Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) tanggal 20 Mei 2015 di Jakarta.
Ditegaskan, masalah TB melibatkan banyak aspek, mengingat TB berkaitan erat dengan kemiskinan. Dengan demikian sangat berkaitan erat pula dengan gizi buruk, dan lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat ( padat, kumuh, kurang ventilasi udara, dan kurang terpapar sinar matahari ).
Oleh karena itu, dengan komitmen yang sama untuk "memerangi " TB, saya menghimbau agar pengurus PPTI di setiap tingkatan mau menjadi inisiator pembentukan Forum Stop TB Partnership di wilayahnya, agar Indonesia Bebas TB dapat lebih cepat tercapai ( sebagai informasi, estimasi Global Free TB baru akan tercapai pada tahun 2050 artinya angka penemuan kasus TB- baru pada tahun tersebut adalah 1 kasus per sejuta penduduk ).
Menurut Ketua FSTPI, penanggulangan penyakit termasuk penanggulangan TB dilakukan pada dua tataran yaitu komunitas dan layanan kesehatan. Pasien terduga TB dijumpai di masyarakat melalui "kerja" kader di akar rumput, yang kemudian merujuknya ke Puskesmas atau Unit Pelayanan Kesehatan untuk diperiksa dan ditegakkan diagnosanya”, ujar Ketua FSTPI.
Ditambahkan, masih banyak pemahaman yang keliru di masyarakat terhadap penyakit ini. Sebagian merasa malu apabila diketahui dirinya atau anggota keluarganya mengidap TB, dan ada pula yang menganggap TB adalah penyakit keturunan. Pemahaman tersebut bisa dimengerti karena apabila seseorang terjangkit TB, maka anggota keluarga di sekelilingnya mudah tertular dan terjangkit TB pula, sehingga tampaknya seperti keturunan.
“Menjadi tugas kita untuk meluruskan pemahaman yang keliru ini. Utamanya tugas Organisasi Masyarakat Madani atau Civil Society Organisation (CSO) termasuk PPTI. Hal ini sejalan benar dengan tugas utama PPTI yaitu penyuluhan”, ujar Ketua FSTPI.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum



Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI), Bapak Arifin Panigoro sedang memberikan sambutan pada acara pembukaan Konker PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015


Mantan Menteri Keuangan pada Era Presiden Bj. Habibie yang juga Anggota Badan Pengawas Pusat PPTI, DR. Ir. Bambang Subianto sedang berbagi pengalaman kepada peserta Konker PPTI tentang Fund Raising di Hotel Acacia, 21 Mei 2015


Ketua FSTPI, Arifin Panigoro sedang memberikan pencerahan kepada peserta Konker PPTI tentang kewirausahaan di Hotel Acacia, 21 Mei 2015.

PPTI SUSUN RENCANA STRATEGIS

PPTI SUSUN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019


Berita Pers
No. 06.06.307.2015

Jakarta, 20 Mei 2015.
Sesuai Anggaran Rumah Tangga sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-47, PPTI Pusat menggelar Konferensi Kerja (Konker) untuk membahas berbagai materi yang bersifat internal organisasi. Selanjutnya pada tanggal 20-22 Mei tahun 2017 akan diselenggarakan Kongres PPTI di Jakarta.
Konker diadakan di Jakarta selama 4 hari, dari tanggal 20-23 Mei 2015 dengan tujuan “Meningkatkan komitmen Pengurus PPTI “ . Adapun tujuan khusus yaitu untuk memperoleh masukan tentang : Rencana Strategis PPTI 2015-2019 dan berbagai pedoman yang akan menjadi rujukan Pengurus PPTI di setiap tingkatan. Konker diikuti 106 peserta dari Pengurus PPTI Pusat, Pengurus PPTI Wilayah dan Pengurus PPTI Cabang.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro, menyatakan tugas pokok dan fungsi PPTI Pusat yaitu memberikan berbagai panduan, maka pada kesempatan Konker ini, PPTI Pusat berupaya untuk menunaikan tugas dan tanggung jawab tersebut.
“ Insya Allah sebagian besar panduan atau pedoman dapat kami selesaikan, dicetak dan didistribusikan ke seluruh pengurus wilayah dan cabang pada tahun ini “, ujar Ny. Raisis.
Selain panduan-panduan untuk melaksanakan program dan kegiatan, pada kesempatan ini Pengurus PPTI Wilayah dan Cabang diminta untuk berkontribusi dalam menentukan target yang akan dicapai terhadap indikator pada Rencana Strategis PPTI tahun 2015 - 2019. Dari evaluasi terhadap capaian target berbagai indikator yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis PPTI tahun 2010 – 2014 telah tercapai lebih dari 80% dan berhasil dilaksanakan, kata Ketua Umum BPP-PPTI.
Ditambahkan, materi yang tak kalah penting dibahas dalam Konker adalah penyempurnaan terhadap Pedoman Teknis Organisasi edisi tahun 2010. Di samping itu, untuk menunjang tugas utama PPTI yang pertama yaitu penyuluhan, para Pengurus Wilayah dan Cabang diajak bertukar pikiran dalam menyusun Pedoman Penyuluhan dan Pedoman Diklat Kader PPTI.
Kedua pedoman ini yang menjadi rujukan penting bagi pengurus PPTI umumnya, dan khususnya pengurus PPTI Cabang sebagai implementor / pelaksana melalui kader PPTI, yang hasilnya adalah case finding ( penemuan kasus ) dan case holding ( pendampingan pengobatan ). Oleh karena itu, Ny. Raisis minta, agar pencatatan dan pelaporan hasil kerja para kader harus dilakukan dengan tertib agar bisa dihitung seberapa besar kontribusi PPTI dalam meningkatkan capaian CDR ( Case Ditection Rate = angka penemuan kasus ) maupun CR ( Cure Rate = angka kesembuhan pasien di sebuah kabupaten / kota ). br/> Ny. Raisis menambahkan, saat ini klinik PPTI hanya tersisa 6 unit, yaitu1 unit milik PPTI Pusat, 2 unit milik PPTI Wilayah DKI Jakarta, 1 unit milik PPTI Cabang Semarang, 1 unit milik PPTI Cabang Bantul, dan 1 unit milik PPTI Wilayah Jambi.
Berdasarkan assesment yang dilakukan PPTI Pusat, ternyata hasilnya banyak yang harus diperbaiki.
Para pembicara yang diundang dalam Konker adalah Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia, Arifin Panigoro, DR. Ir. Bambang Subianto anggota Badan Pengawas Pusat PPTI yang juga mantan Menteri Keuangan RI pada Era Presiden BJ Habibi dan Tiasa Nugraha Arisapna, SE, MPH Assisten Manager Departemen Fasilitas Kesehatan Primer BPJS Kesehatan.
Diharapkan, dengan pembekalan dan pencerahan tersebut, pengurus PPTI baik Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang bangkit kembali semangatnya, sehingga terbangun komitmen yang tinggi untuk ikut menanggulangi TB.
Untuk itulah tema yang diangkat dalam Konker Tahun 2015 adalah “ MENINGKATKAN PERAN PPTI DALAM PENANGGULANGAN TB DI INDONESIA “. Tujuan yang ingin dicapai adalah Meningkatkan Komitmen Pengurus PPTI. Adapun tujuan khusus yaitu untuk memperoleh masukan tentang : Rencana Strategis PPTI 2015-2019 dan berbagai pedoman yang akan menjadi rujukan Pengurus PPTI di setiap tingkatan.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum


Ketua Umum BPP-PPTI, Ny. Raisis Arifin Panigoro sedang memberikan sambutan dan sekaligus membuka Konferensi Kerja PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015.


Ketua Umum BPP-PPTI, Ny. Raisis Arifin Panigoro (tengah) sedang memotong tumpeng dalam rangka HUT PPTI ke 47 yang didampingi Ketua III BPP-PPTI, Ny. Ishadi SK (sebelah kiri) dan Ketua II BPP-PPTI, dr.Achmad Hudoyo, Sp.P(K)(sebelah kanan) pada acara Konferensi Kerja PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015


Ketua Umum BPP-PPTI, Ny. Raisis Arifin Panigoro sedang memberikan potongan tumpeng HUT PPTI ke 47 kepada Ketua Badan Pengawas Pusat-PPTI, Ny. Ratih Siswono Yudo Husodo, SH pada acara Konferensi Kerja PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015.


Foto bersama Ketua FSTPI, Arifin Panigoro (sebelah kiri), dr. H. Sulastomo, MPH salah seorang pendiri PPTI (tengah pakai baju batik biru) bersama Pengurus PPTI Pusat dan Pengurus PPTI Wilayah dan Cabang pada acara Konferensi Kerja PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015.


Foto bersama Ketua FSTPI, Arifin Panigoro (sebelah kiri), dr. H. Sulastomo, MPH salah seorang pendiri PPTI (tengah pakai baju batik biru) bersama Pengurus PPTI Pusat pada acara Konferensi Kerja PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015.


Asisten Manager Depertemen Faskes Primer, Tiasa Nugraha Arisapna, SE, MPH sedang menjawab pertanyaan dari peserta Konker PPTI yang di dampingi moderator dr. MC. Joyce Tumbelaka, MARS (pimpinan Klinik JRC-PPTI) di Hotel Acacia Jakarta, 21 Mei 2015.

WALK FOR TB

PPTI CABANG KOTA DEPOK GELAR WALK FOR TB


Jakarta, 27 April 2015.
Untuk membangun dan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya penanggulangan Tuberkulosis (TB), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Depok menyelenggarakan Gerak Jalan Simpatik untuk TB (Walk For TB) tanggal 25 April 2015 dengan start di Lapangan Pemkot Depok.
Menurut Dr. Anna Rozaliani, M.Biomed, Sp.P, Ketua Pengurus Cabang PPTI Kota Depok, kegiatan Walk for TB diadakan dalam memperingati Hari TB Sedunia dan Pawai Budaya Kota Depok dalam rangka memperingati HUT ke-16 Kota Depok. Walk for TB, diikuti 700 orang terdiri dari pelajar SLTP/SLTA, kader kesehatan serta organisasi profesi kesehatan serta instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Olah Raga.
Acara yang dibuka oleh Walikota Depok Dr. Ir. H. Nurmahmudi Ismail, M.Sc., menempuh rute dari Lapangan Pemkot Depok, Jalan Margonda dan kembali ke Lapangan Pemkot. Keberangkatan peserta Walk for TB dan Pawai Budaya Kota Depok dilepas oleh Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI. Acara juga dihadiri, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia- Arifin Panigoro, Ketua Kehormatan PPTI Cabang Depok-Ny. Nur Azizah Tamhid, dan para pimpinan instansi pemerintahan/dinas dan lembaga terkait di tingkat Kota Depok.
Ditambahkan, dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia tanggal 24 Maret dan Hari Jadi ke-16 Kota Depok, Walk for TB dirangkai dengan kegiatan lainnya yaitu Ketuk Pintu 300 rumah se Kota Depok untuk mencari suspek (terduga) TB. Bakti Sosial pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB bekerja sama dengan Puskesmas/unit pelayanan teknis di tiap kecamatan.
Selain itu juga dilakukan berbagai lomba seperti lomba kader TB-PMO (Pengawas Menelan Obat), lomba pembuatan peta (mapping) kasus TB, lomba penyuluhan TB di kalangan pelajar/remaja dan lomba poster serta media kreatif lain bagi pelajar SMA.
Walk for TB, gerak jalan disertai aksi simpatik membagikan brosur/media informasi tentang TB di beberapa titik keramaian seperti terminal, stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan (mall).
Ketuk pintu 300 rumah, yaitu kader mendatangi rumah penduduk di setiap kecamatan se Kota Depok dan bertujuan untuk menemukan pasien suspek TB. Selanjutnya pasien suspek TB akan disertakan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB.
Bakti sosial pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini TB, kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan dahak gratis untuk deteksi dini TB. Sasarannya adalah pasien suspek TB yang telah diidentifikasi pada saat gerakan Ketuk Pintu 300 rumah.
Lomba kader TB-PMO, lomba ini melibatkan kader TB-PMO di tiap kecamatan se Kota Depok dan bertema “Penyuluhan dan Paparan TB berbasis data”.
Lomba penyuluhan TB di kalangan remaja, diikuti oleh pelajar SLTP dan SLTA se Kota Depok berupa penyuluhan terhadap teman sebaya dengan menggunakan berbagai media kreatif. Rangkaian kegiatan tersebut diadakan secara bertahap sejak tanggal 24 Maret – 28 April 2015.
Dr. Anna menambahkan, penyakit TB merupakan penyakit menular yang menyebabkan tingginya angka kesakitan, angka kematian dan tingginya biaya kesehatan di Indonesia. Di Kota Depok saja, menurut data Dinas Kesehatan Kota Depok, pada tahun 2014 diperkirakan terdapat 2.168 kasus TB paru BTA positif. Hal ini memerlukan penyebaran informasi di kalangan masyarakat luas. “PPTI Cabang Kota Depok sebagai mitra Pemerintah Kota Depok merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat memberantas penyakit TB”, ujar Dr. Anna.
Beban penyakit TB di masyarakat masih sangat tinggi. Diperkirakan masih terdapat sekitar 9,5 juta kasus baru dan sekitar setengah juta orang meninggal akibat TB di seluruh dunia. Sedangkan Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Perkiraan prevalensi TB semua kasus sebesar 660.000 dan estimasi insidensi berjumlah 430.000 kasus baru per tahun. Jumlah kematian akibat TB diperkirakan 61.000 orang per tahun, ujar Dr. Anna.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com