Penetapan Arifin Panigoro

Sebagai Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

Kongres PPTI ke-IX

Kongres PPTI 2012, di Bali.

Bakti Sosial PPTI 2015

Kegiatan Bakti Sosial PPTI Pusat di Kelurahan Kapuk, 2015.

Acara TB Day 2015

Menkes RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek mengunjungi stand pameran PPTI diterima Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro

Foto-foto kegiatan PPTI Cabang Kota Depok

Foto-foto kegiatan PPTI Cabang Kota Depok bekerjasama dengan Dinkes Kota Depok dan para mahasiswa FKUI; Penyuluhan tentang TB.
Penyuluhan diberikan kepada siswa-siswa SMA di Kota Depok pada tanggal 9 Juni 2016 dan kepada anggota masyarakat.




































Foto-foto Pelantikan Pengurus FSTPI Ponorogo

"Pelantikan Pengurus Forum Stop TB Partnership Indonesia oleh Executive Secretary FSTPI mewakili Ketua" pada tanggal 22 Mei 2016 bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Acara dilanjutkan dengan seminar tentang TB-HIV dengan tema :
"Menumbuhkembangkan Peran Aktif Masyarakat dalam Penanggulangan TB-HIV"
dengan pembicara :
  • Dr.H.Krisbiyanto, Sp.P.
  • Drg. Rahayu Kusdarini, MKes (Kepala Dinkes Kab.Ponorogo)




































Sumbangan dari Laboratorium Klinik Gunung Sahari

PPTI TERIMA SUMBANGAN 20 JUTA LEBIH
DARI LABORATORIUM KLINIK
GUNUNG SAHARI

Jakarta, 26 April 2016.
Hari ini, tanggal 26 April 2015, PPTI menerima sumbangan sebesar dua puluh juta sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah dari Laboratorium Klinik Gunung Sahari. Sumbangan diserahkan langsung oleh Dr. Herman Kurniawan, Sp.PK, Direktur PT Bio Diagnindo Jaya pemilik Laboratorium Klinik Gunung Sahari kepada Drg. Mariani Reksoprodjo, Sekretaris Umum BPP-PPTI mewakili Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro di Kantor PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 66 A Jakarta Selatan.
Menurut Dr. Herman, sumbangan tersebut dikumpulkan dari 838 pelanggan yang bertransaksi di Laboratorium Klinik Gunung Sahari selama bulan Maret 2016. Sumbangan tersebut merupakan perwujudan kepedulian Laboratorium Klinik Gunung Sahari dalam upaya penanggulangan TB yang diupayakan oleh PPTI. “ Ini merupakan sumbangan pertama, dan sumbangan selanjutnya akan diberikan dalam bentuk diskon (potongan harga) pemeriksaan laboratorium yang dikirim/dirujuk oleh Klinik JRC- PPTI di Klinik Gunung Sahari, ujar Dr. Herman.
Drg. Mariani Reksoprodjo dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Laboratorium Klinik Gunung Sahari atas kepeduliannya untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam mengendalikan TB di Indonesia.
Dikatakan, Indonesia saat ini dalam kondisi kedaruraratan TB karena setiap tahun ditemukan satu juta kasus TB baru. Disamping tingginya penemuan kasus baru TB, setiap tahun terdapat 100.000 kematian akibat TB, yang berarti setiap hari 273 orang Indonesia meninggal akibat TB. Kondisi tersebut, menempatkan Indonesia menduduki peringkat dua dunia dengan beban TB setelah India. Peringkat ketiga beban TB terbesar dunia diduduki China, disusul peringkat keempat Bangladesh dan kelima Pakistan.
Tugas dan tanggung jawab pengendalian TB di Indonesia semakin berat, karena target dunia bebas TB (World TB Free) yang semula akan dicapai pada tahun 2050 dimajukan menjadi tahun 2035.
Berita ini disiarkan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat email PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum






DARURAT TUBERKULOSIS

INDONESIA DARURAT TUBERKULOSIS

BERITA PERS
Jakarta, 7 April 2016.
Berdasarkan Survei Pravelensi TB oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI Tahun 2013-2014 angka insidence (kasus baru) tuberkulosis ( TB ) Paru di Indonesia sebesar 403/100.000 penduduk, sedangkan angka prevalence (kasus baru dan lama) 660/100.000 penduduk.
Berdasarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia + 250 juta, setiap tahun ditemukan 1 juta lebih kasus TB Paru baru dengan angka kematian sebesar 100.000 orang/tahun atau 273 orang per hari.
Dengan hasil survei tersebut, menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dengan kasus TB terbanyak di dunia setelah India. Dengan data ini berarti Indonesia saat ini dalam kondisi darurat TB Paru.
Sayangnya, besarnya masalah TB Paru di Indonesia belum diimbangi dengan dana yang cukup, sehingga Indonesia masih dibantu dana hibah dari Global Fund (GF). Padahal bantuan GF pada suatu saat dapat dihentikan sejalan dengan kemampuan negara kita. Hal ini dapat dipahami karena GF akan memfokuskan bantuannya kepada negara-negara yang belum mampu.
Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) berkolaborasi dengan Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) dan CCPHI menyelenggarakan “Diskusi Best Praktices Program Kemitraan Stop TB” tanggal 7 April 2016 bertempat di Griya Jenggala I No. 2, Jakarta. Diskusi diikuti 200 peserta dari kalangan dunia usaha/swasta, CSO (Civil Society Organization), pemerintah, mahasiswa, pemerhati masalah TB yang umumnya tergabung dalam Forum Stop TB Partnership Indonesia dengan tujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi sektor swasta/dunia usaha apapun kegiatan bisnisnya untuk berpartisipasi dalam program pengendalian TB di Indonesia.
Selama ini sejumlah korporasi sudah berkontribusi dalam program pengendalian TB, dan yang diundang saat ini untuk berbagi pengalaman dalam diskusi yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Tiga Raksa Satria Tbk, PT Unilever Indonesia dan PT Freeport Indonesia. Pengalaman mereka dapat menginspirasi perusahaan lain untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi tanpa memandang latar belakang perusahaan atau ruang lingkup usahanya dan tidak harus berkaitan dengan urusan kesehatan.
Penyakit TB dapat menjangkiti setiap orang, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Walaupun TB dapat menjangkiti berbagai organ tubuh manusia, namun yang paling mudah terkena dan menularkan kepada orang lain adalah TB Paru.
TB berkaitan erat dengan kemiskinan. Kemiskinan berkaitan erat dengan gizi buruk, tempat tinggal yang tidak sehat (kumuh, padat, tidak terpapar sinar matahari dan tidak ada ventilasi udara). Kondisi ini memudahkan penyebaran penyakit TB paru terutama kepada kelompok rentan yaitu anak-anak dan orang tua.
Oleh karena itu, selain dunia usaha/sektor swasta, seluruh komponen masyarakat diharapkan berkontribusi sesuai ruang lingkupnya masing-masing dan sebatas kemampuannya, agar TB (khususnya paru) tidak menular ke lebih banyak orang lagi. Laporan resmi WHO Tahun 2015 menyebutkan bahwa pada tahun 2014 terdapat 9,6 juta orang di dunia sakit karena TB dan sebanyak 1,5 juta orang diantaranya meninggal karena TB.
Pada Program TB Nasional Obat anti TB (OAT) disediakan oleh pemerintah secara gratis.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Drg. Mariani Reksoprodjo dan Dr. Henry Diatmo, Kantor Skretariat PPTI Pusat/FSTPI Jl. Sultan Iskandar Muda No. 66 A, Kebayoran Lama Utara, Jaksel. Telp. 021-7397494; email : ppti66@yahoo.com dan admin@stoptbindonesia.org.
Hartono Rakiman (CEPAT – LKNU ), Grha Tirtadi 5th floor, Room 501, Jl. Raden Saleh No. 20 Jakarta Pusat. Telp. 021-39837388; email : hartono@cepat-lknu.org.

Forum Stop TB Partnership Indonesia
Drg. Mariani Reksoprodjo
Secretary Executive